Dana PISEW Desa Banjar Aur Utara Kabupaten Madina Diduga Arena Korupsi

0
202

Madina-Zonadinamikanews. Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dikucurkan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Tahun Anggaran 2020.Guna Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dengan anggaran APBN Rp.600 juta/Kecamatan yang rata-rata mendapatkan antara 2 Desa,Tujuan dana adalah untuk pembangunan infrastuktur kawasan (misal perkerasan jalan,perbaikan jembatan).

Sesuai dokumen yang dimiliki media ini, Data yang mendapatkan anggaran tersebut termasuk kecamatan Sinunukan Desa banjar Aur Utara dan desa Pasir Putih sebesar Rp.600 juta.

Dan hasil investigasi wartawan dilokasi akan kondisi pembangunan jalan dengan aspal tersebut sangat miris,bahkan baru berumur 1 bulan sudah banyak yang hancur, selain hanya ketebatan hanya mencapai 3 cm juga sangat Gambang terkelupas, akibat campuran perekat aspal sangat tidak memadai. Sementara berbagai sumber mengatakan, dana PISEW dalam pembangunan Insfratruktur seharusnya pembuatan rabat beton, dan kenapa Desa banjar Aur Utara melakukan pengaspalan,hal tersebut diduga telah melanggar juknis anggaran PISEW.

Kejanggalan yang terindikasi terjadinya dugaan untuk mempermainkan anggaran demi kepentingan pribadi oknum desa ditenggarai telah merugikan keuangan negara.dan berharap pihak penegak hukum harus ambil langkah untuk melakukan penyelidikan dan memanggil dan memeriksa pengurus BKD juga Camat dan Kepala Desa sebagai pihak bertanggungjawab, sebab sangat tidak mungkin pengalihan rabat beton ke aspal tersebut tidak pesanan oknum-oknum tersebut.

Ironisnya, Rihdo Camat Sinunukan mengaku tidak mengetahui percis akan program tersebut dan dirinya hanya sebatas menyusun tim panitia saja.

” Saya kurang hapam atas pekerjaan ini, saya hanya sebatas menyusun tim panitia saja” jawab Ridho.

Berbedah dengan pengakuan Amin yang mengaku sebagai TPK yang hanya mengetahui anggaran hanya sebesar Rp. 400 juta.

” Yang sampai informasi ke saya hanya besar anggaran Rp.400 juta dan bukan Rp.600 juta” jawab Amin pada wartawan.

Baca Juga :  Tidak Terima Kedoknya Terungkap, Pihak SDN 252/VI Lantak Seribu Merangin, Intimidasi Anak Murit.

Sementara itu, Faisal ketua BKD mengatakan, segala sesuatu mengenai anggaran yang mengurus adalah Mislan pendamping dari Kabupaten, dia yang mengatur.terang Faisal.
(Tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here