Terkait PISEW Madina, Oknum PPK Satker PPPW 1 Sumut Menghilangkan Jejak?

0
154

Sumut-Zonadinamikanews.com.Ada oknum Pejabat Pembuat Komitmen di satuan kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) I Sumatera Utara tidak siap di kritik atas kinerja, ketika media Zonadinamikanews biro Kabupaten Mandailing Natal bersama LSM LPAKN RI pro aktif melakukan investigasi terkait pelaksanaan Program proyek Pengembangan Infranstruktur Sosial Ekonomi Wilayah yang dianggarkan dari APBN 2020 , melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.

PPK yang di sebut anak buah kepala Ir. Sahta Bangun selaku satker  PPPWI 1 Sumut ini, berusaha menghindar dari kejaran wartawan yang terus memberikan laporan atas perkembangan kegiatan PISEW tersebut.Diduga tidak kuasa memberikan teguran terhadap pihak-pihak pengelola anggaran Pisew tersebut, hal itu diduga ada bisikan tertentu antara oknum-oknum demi mencari keuntungan di luar kewajaran, yang akhirnya bisa berdampak merugikan pada masyarakat banyak, khususnya masyarakat di pedesaan.

PPK yang terkesan tutup mata dengan alasan belum serahterima hasil pekerjaan, Akbar agak makin pusing menghadapi laporan dan tidak sanggup menghadapinya, akhirnya sang PPK ini memilih jalan pintas dengan memutus komunikasi dengan wartawan, dengan cara memblokir whatsapp.

Upaya memutus komunikasi ini, sang PPK patut diduga, ada di belakang buruknya kualitas pekerjaan pembuatan rabat beton,dan diduga demi TST ( Tau Sama Tau) yang ku mau.

Salah seorang anggota dewan di Madina, ketika berbincang-bincang santai sambil membahas program PISEW dan tindakan PPK yang berusaha menghilangkan jejak dari wartawan adalah sangat tidak elok, dan itu membuktikan bahwa PPK sebagai pelayan publik tidak siap di kritik dan PPK seperti layak di copot.

” Masah sih seorang  PPK hanya karena menerima laporan dari media terkait pekerjaannya dilapangan harus menghindar, sampai-sampai memutus komunikasi dengan memblokir WhatsApp, ya klo tidak kuat menerima laporan, ya mundur aja dari PPK” kata wakil rakyat ini.

Baca Juga :  RSIA Gebang Medika Tangerang Langgar UU RS No.44- 2009 Izin Layak di Cabut

Dan klo tidak berani membuat tindakan, ya PPK nya patut di curigai,jangan-jangan ada ikut main di dalam proyek dengan tujuan tertentu dalam tanda kutip.

Seraya mendukung media dan LSM LPAKN RI jangan kendor dalam memonitor kegiatan PISEW, anggaran APBN ini bukan biaya kecil, perlu diketahui, sesuai tidak besaran anggaran dengan bobot dan volume dilapangan, apalagi ini namanya jenis bantuan,memang sangat rawan manipulasi, tegasnya.

(Faisal Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here