Terkait Pembangunan Tower,di Pisangan Baru Jaktim,Lahan Sengketa,PT Bali Tower Bungkam

0
212

Jakarta-Zonadinamikanews.com.Yana dari pihak  PT Bali Towerindo Sentra Tbk yang disebut sebagai pelaksana pembangunan tower di Kelurahan Pisangan Baru yang menimbulkan kontra dari sejumlah warga sekitar berdirinya Tower, Yana masih bungkam alias tutup mulut saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whastapp, sejumlah item pertanyaan yang dilemparkan yang diajukan media ini, yang bersangkutan hanya sebatas membaca dan tidak memberikan jawaban. Bahkan saat ditelepon pun tidak bersedia mengangkat.

Wartawan media ini yang terus mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan tower tersebut, mendapatkan beragam pengakuan, yang mengarah pada pelanggaran yang di lakukan pihak pelaksana.

Dari tidak adanya plang proyek,juga terlontarnya dugaan kebohongan kepada masyarakat, hal itu diduga demi kelancaran pekerjaan pihak kontraktor.Karena informasi yang di sampaikan oleh ketua RW pada masyarakatnya adalah untuk pembangunan tower CCTV.Namun fakta dilapangan yang berdiri adalah tower seluler.

Selain itu, yang membuat warga sekitar makin kesal, pihak PT PT Bali Towerindo Sentra belum mengantongi izin dari masyarakat terdampak radiasi jaringan tersebut, bahkan Izin Mendirikan Bangunan Menara sebagai mana ditegaskan pada pasal 4 ayat (1)
Peraturan Bersama Menteri,02/2008 tidak terlihat dilokasi, pihak rekanan sudah menancapkan tower, akhirnya masyarakat tidak terimah dan memaksa pihak kontraktor menghentikan kegiatan.

Mahbub ketua RW.013 Pisangan Baru mengatakan, bahwa yang sebenarnya tower tersebut adanya di wilayah Utan Kayu Selatan, kabarnya Lurah Utan Kayu Selatan pun sudah turun untuk meninjau lokasi, dan dinyatakan bahwa posisi Tower tersebut ada wilayah pengawasannya di selatan.

Melihat gejolak masyarakat yang makin panas, dikabarkan, Siswanto ketua RT setempat berusaha mengunjungi masyarakat sekitar lokasi tower, dan memberikan uang Rp.500 ribu, dan sedikitnya 10 kepala keluarga yang mendapatkan.Yang seharusnya pemberian konfensasi dampak radiasi pada warga sekitar dengan jarak sesuai ketinggian menara, artinya 21 meter dari titik tower pada rumah warga, wajib mendapatkan konfensasi.Hal itu juga ditegaskan pada pasal 11 ayat (2) Peraturan Bersama Menteri 02/2008.

Baca Juga :  Ketum LSM GPRI Ingatkan PUPR Karawang Banyaknya Proyek Tidak Tuntas Tapi Bayar Lunas.

Tower yang berdiri di atas bantaran kali yang diduga milik pengairan dan penempel pada kantor sekretariat Rukun Tetangga (RT) dengan ketinggian 21 meter dan kedalaman pondasi 4 meter ini, bahwa radius.

Dugaan pelanggaran lainya, sesuai surat penegasan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 18 Tahun 2009; Nomor: 07/Prt/M/2009; Nomor: 19/Per/M.Kominfo/03/2009; Nomor: 3/P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi (“Peraturan Bersama Menteri”).

Surat keputusan kepala badan pelayanan terpadu satu pintu provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta no.05/513/31/1.917/2015, yang dikantingin oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk dalam pembangunan tower tersebut sudah tidak berlaku lagi,sebab dalam surat tersebut ditegaskan, bahwa masa berlaku hanya 90 hari.dana dalam surat izin tersebut juga disebutkan,tentang perizinan penempatan bangunan pelengkap tiang mikro seluler. Dan bukan untuk CCTV seperti yang disampaikan pada masyarakat.

Simak perbincangan wartawan dgn lurah pisangan baru

Selain itu, surat pernyataan bali tower no.262/BTS-SITAC/XI/20, site id 70460, site name:Pisangan baru,alamat Pisangan baru Utara,kelurahan Pisangan baru,kecamatan mantraman Jakarta timur, tidak sesuai dengan fakta dilapanga, pasalnya tower tersebut berada di wilayah Utan Kayu Selatan.

Dan dalam poin 4 surat pernyataan tersebut, perseroan ini menyatakan untuk frekuensi yang ada, tidak berpotensi mengganggu frekuensi TV yang berada di lingkungan sekitar lokasi secara proporsional.

Makin terungkapnya dugaan pembohongan pihak pelaksana, yang mengatakan pada masyarakat, bahwa tower tersebut untuk CCTV, bertentangan dengan isi surat pernyataan, yang mengatakan bangunan pelengkap tiang mikro seluler.

Kepala Kelurahan Pisangan Baru Kecamatan Mantraman Jakarta Timur didampingi beberapa stafnya menegaskan, bahwa pada prinsipnya pihak Bali tower tidak perna melakukan proses perijinan ke pihak kelurahan.

” Sampai saat ini, kami tidak memiliki dokumen sama sekali dalam pembangunan tower tersebut”tegas Tuti Sugihastuti Lurah Pisangan Baru.
16/11 di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Kepsek SMA I Tuhemberua Nias Diduga Korupsi Tunjangan Mantan Istri.

Dikatakan, lokasi itu sebenarnya dalam sengketa, seraya mengatakan, pihak kelurahan akan memanggil ketua RW dan ketua RT, ada apa dengan mereka hingga memberi izin pada pihak Bali tower.

(Yanti/daus/santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here