Terkait Pelaksanaan PISEW Huta Bargot, Kasatker PPPW 1 Sumut Jangan Tutup Mata

0
165

Madina-Zonadinamikanews.com. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) I Sumatera Utara Ir. Sahta Bangun dan Akbar yang disebut-Sebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diharapkan turun lapangan guna mengoreksi hasil pembangunan rabat beton di desa Simalagi.di Ketahui program ini adalah Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Salah satu penerima program PISEW tahun 2020 adalah Desa Simalagi Kecamatan Hutabargot. PISEW ini berupa program pembangunan jalan rabat beton yang tujuanya untuk membantu memudahkan akses menuju sentra produksi perkebunan di wilayah itu.

Setelah media ini terus mengoreksi hasil pekerjaan dilapangan yang diduga dikerjakan asal-asal, bahkan volume pekerjaan disinyalir tidak sesuai besaran anggaran yang mencapai Rp.600 juta.Indra Gunawan selaku Camat dan sekaligus PJS Kades Simalagi beruha menghindar dan memutus komunikasi dengan memblokir no WA wartawan.Bahkan buruknya kualitas rabat beton diduga dilindungi oleh sang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga PPK yang katanya di tangan bernama Akbar ini tidak kuasa memberikan teguran pada para pengelola dana PISEW tersebut.

Jgn lupa subcribe brow

Saling lempar Tanggungjawab atas dugaan penyimpangan inipun terjadi, anatara kepala dinas Perkim Kabupaten Madina, yang melemparkan pada Armada Sebagai anak buah, sebab sang kadis tidak mengetahui percis atas program tersebut, sementara menolak dan tidak kuasa memberikan keterangan pada wartawan, karena program ini adalah provinsi punya.Oleh karena perlunya tahapan pelaksanaan kegiatan PHO (Provisional Hand Over) dan FHO (Final Hand Over) dilakukan kroscek lapangan dan jangan hanya menerima laporan di atas meja.

Media ini bersama LSM LPAKN RI yang terus melakukan investigasi dan mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber di lapangan, agaknya indikasi praktek dugaan kongkalikong dilapangan sangat rentan.

Baca Juga :  Berdiri Tanpa IMB, Warga Pejagalan Minta Stop Bangunan, Ketua RT Diduga Terima Suap.

Dugaan Mark Up dalam alokasi dana PISEW semakin terlihat setelah media Zonadinamikanews bersama LSM LPAKN RI melukan investigasi di lokasi proyek rabat beton tersebut, terpantau kondisi rabat beton yang diperkirakan baru selesai di kerjakan kurang lebih satu bulan yang lalu, namun fakta di lapangan bahwa banyak yang sudah rontok.hal ini disinyalir karena dalam pengerjaan dilapangan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Besaran anggaran Rp.600 juta dengan hasil fisik 200 meter rabat beton, apalagi kualitas rabat beton tersebut kurang maksimal, karena dilokasi ditemukan sejumlah titik badan cor sudah banyak retak dan pecah.ketebalan cor rabat beton tidak merata dan dari 10 cm meter sampai dengan 20 cm meter. campuran semen atau adukan cor rabat beton sudah banyak ditemukan jadi pasir, diduga keras akibat campuran adukan tidak sesuai spesifikasi.Saat pengecoran rabat coran diduga tidak memakai pasir Uruk,sirtu , cadas ,krikil,plastik,dan batu sebagai pondasi.Dan juga tidak terpasang plang proyek sehingga terkesan menutupi asal anggaran dari mana.Panjang diperkirakan dua ratus meter.

Oleh karena itu patut diduga, banyak tangan-tangan nakal atau niat jahat para oknum berusaha agar anggaran ini bisa masuk kantong demi pembuncitan harta kekayaan, sehingga tudingan miring, dana Pisew ini  diduga jadi bancakan sejumlah oknum sehingga sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Sebelumnya Kadis Perkim Madina mengatakan .”Saya kurang paham soal Pisew lebih baik ke setretaris dinas saja”jawab Kadis Perkim Madina.pernyataan itu membuat Akbar selaku PPK tanda tanya, ” masa Kadis tidak mengerti”.

sangat disayangkan juga sebuah media online yang berupaya mengekspos program PISEW desa Simalagi Huta Bargot tersebut yang diduga untuk berita tandingan atas pemberitaan media ini, dalam materinya hanya memberitakan program secara umum tanpa mengupas atas spesifikasi dan bobot hasil pekerjaan lapangan, sehingga terkesan berita pesanan alias oknum wartawan penjilat yang tidak memiliki skil kontrol atau koreksi.

Baca Juga :  Temuan Pansus DPRD Akan Dugaan Borok Oknum Anggota DPRD Padang Pariaman

(Faisal Haris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here