Program Dirjen Cipta Karya Amburadul di Madina Akibat Ulah Oknum Disperkim Sumut

0
300

Madina-Zonadinamikanews.Program Presiden RI Joko Widodo yang pro rakyat atau yang bersentuhan langsung dengan rakyat terus di galakan. Sala satunya adalah kegiatan Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang di prioritaskan di desa tertinggal.dengan tujuan menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan, untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah.

Pada umumnya infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW bertujuan memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Pembangunan tidak dilakukan oleh kontraktor, melainkan dikerjakan oleh masyarakat desa setempat.

Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) diposkan pada Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Tahun Anggaran 2020.sementara
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Pendamping kegiatan Pisew dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi dibantu TFL Kabupaten dari Dinas PRKP setempat.

Diketahui untuk Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Kecamatan Panyabungan Barat, yang mendapatkan program itu ada di desa Barbaran dan Desa Batang Gadis Jae. Di Kecamatan Huta Bargot adalah Desa Simalagi dan Desa Huta Bargot Nauli, rata-rata setiap kecamatan mendapatkan anggaran Rp.600 juta untuk dua desa, dan sumber dana APBN.

Mekanisme untuk mendapatkan anggaran ini, setiap Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) mengajukan proposal kepada Dirjen Cipta Karya di Jakarta, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Pendamping kegiatan Pisew dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi dibantu TFL Kabupaten dari Dinas PRKP setempat melakukan verifikasi dan meninjau lokasi, layak tidaknya proposal tersebut di setujui.dan setelah dinyatakan layak, maka pihak Disperkim Provinsi setempat melaporkan kepihak Dirjen Cipta Karya.dan oleh Dirjen Cipta Karya mentransfer anggaran tersebut pada rekening BKAD.Artinya sebelum anggaran di cairkan semua proses,baik dari survei lokasi hingga verifikasi dokumen sudah final.

Baca Juga :  Waspadalah, Berkedok Lakukan Tes, PT.RSM Consultant Kelabui Ribuan Pencaker

Sayang, program ini khususnya di Kecamatan Huta Bargot dan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal terlihat amburadul dan tidak sesuai dengan program awal sebagai mana dalam pengajuan awal. Diduga ini terjadi karena ulah oknum Disperkim yang tidak melakukan peninjauan lokasi secara benar,

Pihak Dirjen Cipta Karya sudah mencairkan dana untuk dua desa dalam satu kecamatan, namun dalam prakteknya anggaran tersebut tidak bisa digunakan pada kedua desa tersebut, akhirnya katanya anggaran Rp.600 juta tersebut hanya bisa di gunakan untuk satu desa.

Penggunaan itu juga dibenarkan oleh Indra Gunawan selaku camat Huta Bargot Madina. Ujung telepon Indra yang awalnya mengaku hanya mendapat satu, namun setelah di pertegas bahwa kecamatanya mendapat dua desa, Indra mengatakan, alasan tidak di salurkan ke desa Huta Bargot.

“Begini pak, dalam dana PISEW itu kan ada yang di katakan desa induk dan desa penyangga, semua itu kemarin kita rencanakan dan itu sudah di survei oleh dinas Perkim di desa Simalagi dan desa Huta Bargot Nauli, hanya saja yang dilalui adalah akses jalan Kabupaten, makanya orang bagian survey yaitu melalui desa Semalagi,walaupun aksesnya tetap bisa di pakai oleh desa Huta Bargot Nauli, begitu juga desa Binanga.

Pengajuan memang dua desa, namun setelah di survei oleh Disperkim, katanya satu desa itu tidak layak mendapatkan,karena di sana jalan Kabupaten. Kata Indra Gunawan.

Sesuai data yang di keluarkan oleh dirjen cipta karya, pengucuran dana Rp.600 juta tersebut di peruntukan untuk dua desa, pelaksanaan di lapangan hanya di laksanakan untuk satu desa.ini datanya.

Dengan adanya pengalihan anggaran tersebut apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh dirjen cipta karya , harus ada surat keterangah dari dirjen seperti dalam poin surat ini, pihak kecamatan harus menunjukan surat tersebut.

Baca Juga :  LPK Pasopati Nusantara," Berantas Mafia Tanah Desa Sukerejo

Sementara Aswar Camat Panyabungan Barat yang dikabarnya juga hanya mengalokasikan dana PISEW untuk satu desa dan tidak sesuai dengan data kucuran dananya yang diperuntukkan untuk dua desa, Aswar yang di konfirmasi via pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp yang bersangkutan tidak menjawab, hanya membaca pesan. (Tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here