LSM LPAKN RI Laporkan Dugaan Korupsi Program PISEW Madina ke APH.

0
257

Madina-Zonadinamikanews.com.Sekitar Rp.7 miliar dana APBN tahun 2020 yang disalurkan untuk Kabupaten Madina terkait Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), dana ini bukan dana kecil. Adapun alasan lembaganya untuk melaporkan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena dugaan korupsinya cukup rawan, dan diduga ada unsur pemufakatan jahat oleh sejumlah oknum dalam penyerapan dana bantuan tersebut.

Demikian di katakan oleh Faisal Haris kepada media ini, di kantornya, seraya menambahkan, program ini bukan untuk program menambah harta oknum pengelola bantuan,tapi ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Saat ini kita lagi melengkapi data-data terkait dana bantuan tersebut, termasuk data lapangan, karena saya perhatikan,perilaku sejumlah oknum yang terlibat dalam program tersebut, selalu berusaha menghindar, artinya, bila tidak berbuat salah kenapa harus takut di koreksi oleh sosial kontrol, atau mungkin, merasa kuat, karena diduga ada oknum pejabat yang membekingi.kita tahu, dalam korupsi tidak ada pandang bulu” tegas Haris.

Akbar yang disebut-Sebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seharusnya  turun lapangan guna mengoreksi hasil pembangunan rabat beton di desa dilapangan, setelah menerima masukan dari publik, dan bukan malah menghindar, kalau menghindar dan tidak siap di koreksi, ya mundur saja sebagai PPK.

Salah satu contoh rabat beton di desa Simalagi sala satu penerima program PISEW tahun 2020 Kecamatan Hutabargot. PISEW. Camat yang merangkap jadi PJS ini Kades ini,yang diduga dikerjakan asal-asal, bahkan volume pekerjaan disinyalir tidak sesuai besaran anggaran yang mencapai Rp.600 juta.Indra Gunawan selaku Camat dan sekaligus PJS Kades Simalagi berusaha menghindar dan memutus komunikasi dengan memblokir no WA wartawan.

Saling lempar Tanggungjawab atas dugaan penyimpangan inipun terjadi, anatara kepala dinas Perkim Kabupaten Madina, yang melemparkan pada Armada Sebagai anak buah, sebab sang kadis tidak mengetahui percis atas program tersebut, sementara menolak dan tidak kuasa memberikan keterangan pada wartawan, karena program ini adalah provinsi punya.

Baca Juga :  Dugaan Mark Up Dalam Alokasi Dana BOS SMPN 9 Kota Batam

Dugaan Mark Up dalam alokasi dana PISEW semakin terlihat setelah media Zonadinamikanews bersama LSM LPAKN RI melukan investigasi di lokasi proyek rabat beton tersebut, terpantau kondisi rabat beton yang diperkirakan baru selesai di kerjakan kurang lebih satu bulan yang lalu, namun fakta di lapangan bahwa banyak yang sudah rontok.hal ini disinyalir karena dalam pengerjaan dilapangan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Besaran anggaran Rp.600 juta dengan hasil fisik 200 meter rabat beton, apalagi kualitas rabat beton tersebut kurang maksimal, karena dilokasi ditemukan sejumlah titik badan cor sudah banyak retak dan pecah.ketebalan cor rabat beton tidak merata dan dari 10 cm meter sampai dengan 20 cm meter. campuran semen atau adukan cor rabat beton sudah banyak ditemukan jadi pasir, diduga keras akibat campuran adukan tidak sesuai spesifikasi.Saat pengecoran rabat coran diduga tidak memakai pasir Uruk,sirtu , cadas ,krikil,plastik,dan batu sebagai pondasi.Dan juga tidak terpasang plang proyek sehingga terkesan menutupi asal anggaran dari mana.Panjang diperkirakan dua ratus meter. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here