Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumut diminta Pantau Progres Kegiatan BPM Pisew

0
64

Jakarta,Zonadimikanews.Com- Tim Investigasi yang secara khusus dibentuk Media Zonadinamika untuk memantau pelaksanaan Program Kementerian PUPR RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya yang menggulirkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) untuk Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di seluruh Provinsi,sudah mulai mengendus adanya indikasi penyimpangan dilapangan. Mulai dari perubahan lokasi kegiatan,tenaga kerja pelaksana,pengawasan, kualitas hasil pekerjaan dan masa pelaksanaan.

Berdasarkan data yang dimiliki media ini, Program BPM yang digulirkan Ditjen Cipta Karya diantaranya Pisew,Sanitasi Pedesaan, BPM-Kotaku,Pembangunan Sarana Prasarana Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Citarum Harum dan TPS 3R Reguler.Lokasi kegiatan, jenis,besaran anggaran, jumlah tenaga kerja,lama pelaksanaan maupun pendamping TFL sudah ditetapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya.Tidak boleh ada perubahan lokasi tanpa ketetapan dari Dirjen Cipta Karya.

Hasil investigasi media ini dibeberapa Kabupaten, Kecamatan dan Desa, pelaksanaan kegiatan pembangunan IBM Pisew dengan anggaran Rp.600 juta/Kecamatan terkesan ditutupi oleh pihak terkait. Anggaran yang sejatinya untuk 2 Desa, namun dalam pelaksanaan kegiatan hanya di satu Desa.Pelaksanaan kegiatan sejatinya KSM dari warga setempat,namun ada yg diborongkan.

Khusus kegiatan BPM Pisew untuk Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Kecamatan Balige dan Tampahan, informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya bahwa kegiatan Pisew Kecamatan Tampahan hanya dilaksanakan di DesaTara Bunga sedangkan untuk Desa Lintong Nihuta tidak ada.Pelaksana kegiatan rabat beton sepanjang 420 meter dan pembangunan jembatan dilaksanakan oleh BKAD Kecamatan Tampahan bukan KSM. Bahkan ada indikasi kuat, pembangunan jembatan di Desa Tara Bunga diborongkan. Untuk Desa Lumban Gaol Kecamatan Balige, kegiatan Pisew hanya perkerasan jalan,sedangkan untuk Desa Lumban Pea diduga masih belum dilaksanakan.

Sementara untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terdapat 6 Kecamatan dan 12 Desa penerima BPM kegiatan IBM Pisew diantaranya Kecamatan Panyabungan Barat (Desa Barbaran dan Desa Batang Gadis Jae) dan Kecamatan Huta Bargot (Desa Simalagi dan Desa Huta Bargot Nauli).Hasil penelusuran media ini dari berbagai sumber,lokasi kegiatan Pisew 2 Kecamatan ini bukan untuk 4 Desa tapi hanya 2 Desa.Setiap Kecamatan hanya 1 Desa yang menerima.Titik lokasi pelaksanaan kegiatan Pisew ini juga terkesan ditutupi dari publik.

Baca Juga :  LBH LSM Strategi Pertanyakan Kasus Perubahan PKS TLM - PDAM Tirtanadi

Menganalisa penyatuan lokasi kegiatan Pisew di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba, Kecamatan Panyabungan Barat dan Huta Bargot Kabupaten Mandailing Natal diduga tidak terlepas dari kebijakan Camat,Kepala Desa,pendamping TFL Provinsi dan TFL Kabupaten. Jika pemindahan lokasi ini tidak dibuktikan dengan adanya SK Penetapan dari Dirjen Cipta Karya, maka ada indikasi kuat kegiatan fiktif di satu Desa penerima walaupun anggarannya habis digunakan di Desa lain. Dengan mulai terkuaknya indikasi penyimpangan dan dugaan penyalah gunaan wewenang oleh pemerintah setempat dan pendamping TFL,diminta agar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah sebagai perwakilan Ditjen Cipta Karya di tiap Provinsi agar turun memantau ke lapangan, jangan hanya menunggu laporan dari TFL. (Luhut/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here