Keanehan Dalam Pembagunan Tower Utan Kayu Matraman Jaktim Makin Terungkap

0
203

Jakarta-Zonadinamikanews.com.Sejumlah masyarakat warga dilingkungan warga  Rt13  Rw13 yang disebut berlokasi di Kelurahan Utan Kayu Utara,merasa ada yang tidak beres dalam pembanguna tower dilingkungan mereka, dari informasi awal yang di dapatkan dari pengurus Rukun Warga, bahwa tower tersebut adalah untuk tower CCTV, namun fakta dilapangan adalah tower seluler.

Selain itu, proses perizinan dari warga sekitar proyek tower diduga  hanya melibatkan orang dekat pengurus RW dan RT, maka patut diduga, ada oknum pengurus RW dan RT yang berusaha membohongin warga.yang diduga demi mendapatkan sesuatu dari pengusaha.

Kobar salah satu warga sempat ingin meluapkan emosinya pada para pengurus RW dan RT, karena merasa di bohongin soal tower, yang awalnya di katakan untuk tower CCTV..

Mahmud selaku ketua RW.013 Dalam rapat warga bersama pengurus RW dan RT di kantor RW Kelurahan Pisangan baru mengaku, bahwa tower tersebut adanya di wilayah Utan Kayu Selatan, bukan Pisangan baru.

Tower yang diduga keras belum mengantongi izin lengkap tersebut, Jum’at 13/11 sempat mau di lanjutkan pengerjaanya, namun oleh warga bernama Mahdi menghadang, sehingga pengerjaan lanjutan pun di urungkan.

Salah seorang petugas Satpol PP pun merasa heran, ngakunya lokasi tower di selatan, namun saat rapat begini tidak ada satu orang pun warga dari Utan kayu Selatan.Yang seharusnya, rapat kordinasi seperti ini, warga Utan Kayu Selatan juga harus ada, karena dampak dari tower ini bukan cuma warga yang di Pisangan baru,selatan pun berdampak, artinya semua izin warga, harus ada dari warga selatan,termasuk kompensasi dampak dari tower tersebut, warga selatan juga harus mendapatkan.

” Kalau begini ceritanya, ini bisa bahaya dengan warga Utan Kayu Selatan, bisa bisa rame ini nanti, para pengurus RW dan RT yang rapat dengan warga ini kan tidak ada warga dari lingkungan Utan Kayu Selatan, ini yang hadir hanya warga Pisangan baru” ujar petugas Satpol PP tersebut

Baca Juga :  Menyimpang, Enam Orang Perangkat Desa Aek Ngali Panyabungan Menerima BST

Sebagai mana diberitakan sebelumnya,sebuah pembinaan tower di soal warga di Kecamatan Matraman Jakarta Timur, pasalnya warga merasa kwatir suatu saat tower tersebut ambruk dan menimpah sejumlah rumah warga.

Menurut sejumlah warga sekitar pembangunan tower,mengaku belum perna membuat surat pernyataan setujuh, artinya secara hukum tidak ada izin warga sekitar, dan tidak ada satu orangpun yang membubuhkan Tanda Tangan apalagi memberikan foto copy KTP sebagai bukti warga setujuh adanya pembangunan tower tersebut.

Nekatnya kontraktor melakukan pembangunan tower tanpa mengantongi izin, diduga dibekingin oknum lurah Pisangan Baru,dugaan itu makin kuat, menyusul adanya petugas satpol PP yang berusaha menyuap jawara setempat, syukur Jawara tersebut menolak dengan alasan menjaga perasaan banyak warga.

Tadi malam itu jawara wilayah ada yang marah kerena jalan ditutup dikarenakan ada alat berat masuk wilayah dan dikawal oleh aparat jga satpol PP, si jawara itu mau dikasih dana dari satpol PP tapi tidak mau.

Patut diduga Pernyataan tertulis tidak keberatan dari masyarakat yang terkena dampak tidak ada.Artinya pembangunan tower tersebut belum layak di bangun sebelum ada izin tertulis dari warga,Tower dengan ketinggian 21 meter ini diduga keras juga tidak mengantongi IMB, dan terbukti plang kuning atau plang IMB tidak ada terpasang di lokasi .

Dikatakan, tidak dan belum perna ada Pemberitahuan/Sosialiasi kepada Warga Sekitar Lokasi Menara dalam Radius Jatuhan Menara dan mapping menara yang diketahui dan sosialisasi tersebut harus di ketahui RT, RW, Lurah dan Camat Setempat.

(Daus/yn/bro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here