GMBI Distrik Aceh Timur Protes Pungli Jual Beli Tanah Berlanjut

0
152

Aceh Timur –Zonadinamikanews.GMBI Distrik Aceh Timur Protes terhadap tingginya biaya administrasi jual beli tanah di Setiap Desa – Desa Kabupaten Aceh Timur terus berlanjut. Sejak adanya pemberitaan terkait pengakuan Dari warga yang harus membayar biaya administrasi jual beli tanah seperti halnya polosoro, sejumlah warga lain yang merasa menjadi korban Perlu perhatikan Penuh Dari Pemerintah Aceh Timur .

Ketua Investigasi Distrik Aceh Timur Saiful Anwar mengatakan Ada Sejumlah warga yang ikut Membuat Pengaduan tersebut antara lain SF (47) dan AK (38) meminta pada media Desa nya mengambil pungutan Dana pembuatan surat Tanah Di rahasiakan cuma di informasikan bahwa nya SF dan AK masyarakat Aceh Timur . Mereka menduga tindakan yang dilakukan oknum pemerintah desa tersebut merupakan pungutan liar (pingli) dan wajib diungkap oleh pihak Ke polisian.

SF Dan AK Didampingi Oleh GMBI Distrik Aceh Timur mengakui kepada wartawan, mengaku pernah ditarik biaya administrasi sekitar Rp 1 juta saat mengurus jual beli tanah pekarangan seharga 5 juta Luar tanah Tidak Sampai ( 10 +10 ) sekitar 200 meter persegi pada bulan Oktober 2020. Ia sempat merasa kaget saat dibebani biaya tersebut. Namun, karena aturan itu menurut Kepala Desa Mengenai Pengutiban hasil penjualan Tanah digunakan untuk pada para saksi dan para perangkat nya Turun kelapangan untuk pengukur Tanah.

Ketua investigasi GMBI Distrik Aceh Timur Saiful Anwar, Waktu itu saya sempat mempertanya kan untuk apa pengutipan biaya pengukuran Tanah , tapi jawaban dari Kepala Desa Memang sekian 10 persen udah ada kesepakatan di desa, setelah dihitung Rp 1 juta untuk biaya pengukuran Tanah juga dana untuk pembuatan Surat Tanah itu sendiri,katanya,

Ketua GMBI Distri Aceh Timur Yusri yang juga menyatakan bahwa biaya administrasi dengan persentase atau disebut pologoro pernah ada dan ada aturannya. Namun, sepengetahuannya aturan pologoro telah dicabut melakukan jual beli Tanah Desa saat itu. ternyata aturan seperti itu sudah tidak ada Lagi sebutnya.

Baca Juga :  Bisnis Dan Modus Bantuan Sukarela Di Sekolah

Pasal 32
(1) Uang jasa (honorarium) PPAT dan PPAT Sementara,
termasuk uang jasa (honorarium) saksi tidak boleh
melebihi (satu persen) dari harga transaksi yang
tercantum di dalam akta.
(21 PPAT dan PPAT Sementara wajib memberikan jasa
tanpa memungut biaya kepada seseorang yang tidak
mampu.
(3) Di dalam melaksanakan tugasnya, PPAT dan PPAT
Sementara dilarang melakukan pungutan di luar
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(4) PPAT Khusus melaksanalan tugasnya tanpa
memungut biaya.
(5) Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4)
dikenakan sanksi Administrasi.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai sanksi administrasi
diatur dengan Peraturan Menteri.

Ketua GMBI Distrik Aceh Timur ,Yusri Dan Didampingi Ketua Investigasi Mendatangi Kecamatan Idi Rayeuk Mengklafikasi tekait pengutipan dana pembuatan surat Tanah Desa juga pernah menanyakan ke Desa – Desa masih ada biaya administrasi itu Melebihi persentasenya dari yg telah diatur dlm UU, saat ditanyakan apakah ada masuk kekas desa dan meminta penjelasan jumlah dan penggunaan kas desa, tidak ada penjelasan.

Yusri GMBI Distrik menilai biaya administrasi tersebut merupakan Pungli. Karena itu, dirinya meminta agar ada pengusutan dari pihak terkait dan meminta pihak desa tidak kembali melakukannya.
“Saya itu cinta desa dan Indonesia. Jangan sampai ini terus jadi masalah,” tandasnya.

Yusri (GMBI) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia , mengatakan pologoro yang Cukup Lama pernah menjadi pamong selama 28 tahun menyayangkan tindakan Pemdes. Ia meminta ada pertanggungjawaban terhadap publik oleh Pemdes.

“Ketua GMBI Distrik Yusri mengatakan berhenti pungli pembuatan surat penjualan tanah desa, saya tahunya pologoro sudah dihapus, tapi kok di Kabupaten Aceh Timur masih ada, Ini harus di tindak tegas Oleh penegak hukum,” ucapnya.(zdn)

Baca Juga :  Usut Tuntas Dugaan Korupsi , Puluhan Mahasiswa GMNI Kota Medan Berorasi Depan Gedung PTPN III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here