Camat Puncak Sorik Marapi Madina Berlagak Bodoh Saat Ditanya Soal Pisew

0
185

Madina-Zonadinamikanews.Dugaan penyelewengan dana PISEW di Kabupaten Madina agaknya makin terang benderang, bahkan hampir seluruh camat yang mendapatkan berusaha mengelak bila di pertanyakan oleh media.Sehingga pelanggaran sumpah pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan atau persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik.

Sementara Ombudsman menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjajian kerja yang bekerja pada instansi pemerintahan. Peran Aparatur Sipil negara atau pemerintah berdampak langsung kepada masyarakat Indonesia selaku warga negara Republik Indonesia, khususnya dalam proses penyelenggaraan pelayanaan publik.

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik telah diatur kedudukan masyarakat, yaitu seluruh pihak, baik warga negara maupun penduduk sebagai orang perseorangan, kelompok, maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sepertianya jabatan camat Puncak Sorik Marapi ini layak di tinjau, Camat Kecamatan Puncak Sorik Marapi,yang disebut-sehut bernama Akhiruddin Batubara malah berlagah bodoh saat di tanya mengenai PISEW dan diduga berupaya menutupi akan kegiatan dana PISEW dari masyarakat.

” Apa itu Pisew apa itu artinya Pisew mungkin itu singkatan jawabnya diujung telepon” ketika wartawan mengajak bertemu untuk memberikan penjelasan, sang camat langsung putar strir untuk mengelak.

Seperti di ketahui Program proyek Pengembangan Infranstruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dianggarkan dari APBN, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kecataman Puncak Sorik Marapi mendapatkan anggaran sebesar Rp.600 juta tahun anggaran 2020. Dana ini diperuntukkan untuk pembangunan seperti infrastruktur jalan pedesaan untuk kelancaran aktifitas para petani.

Baca Juga :  Kajati Jabar Tindak Oknum Jaksa Karawang dan Turunkan Satgas Periksa CCTV Restoran Alam Sari

(Faisal Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here