Camat Huta Bargot Madina Diduga Tidak Alokasikan Dana PISEW Untuk Satu Desa

0
168

Madina-Zonadinamikanews.Nasution Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Mandailing Natal kepada media mengaku tidak tahu soal adanya program PISEW bahkan perubahan yang terjadi di lapangan.

” Saya tidak tahu soal itu, karena kabidnya tidak perna lapor ke saya, dan untuk lebih jelasnya bapak bisa konfirmasi ke sekretaris pak Armada karena beliau yang lebih paham Jawab Nasution.Hal yang sama juga di sampaikan oleh Armada bahwa pihaknya tidak bengitu tahu karena itu program pusat.

“Sebenarnya ini program pusat dan BKAD, kami hanya pendamping saja, lebih jelaskan hubungin provinsi saja” kata Armada via telepon

Indra Gunawan camat Huta Bargot Kabupaten Madina mengakui dalam pengalokasian dana Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun anggaran 2020.Camat Huta Bargot yang juga menjabat sebagai PJS kades Semalagi ini dicurigai permainkan dana PISEW demi kepentingan diri dan kelompoknya, sebab sesuai data yang dikeluarkan oleh pihak Dirjen Cipta Karya telah mencairkan dana PISEW untuk dua desa di wilayah pengawasannya.

Ujung telepon Indra yang awalnya mengaku hanya mendapat satu,yaitu desa Semalagi, namun setelah di pertegas bahwa kecamatanya mendapat dua desa, Indra mengatakan, alasan tidak di salurkan ke desa Huta Bargot Nauli.

Jgn lupa subscriber nya dan bagikan ke teman2mu

“Begini pak, dalam dana PISEW itu kan ada yang di katakan desa induk dan desa penyangga, semua itu kemarin kita rencanakan dan itu sudah di survei oleh dinas Perkim di desa Simalagi dan desa Huta Bargot Nauli, hanya saja yang dilalui adalah akses jalan Kabupaten, makanya orang bagian survey yaitu melalui desa Semalagi,walaupun aksesnya tetap bisa di pakai oleh desa Huta Bargot Nauli, begitu juga desa Binanga.

Baca Juga :  PSBB Berjalan, dan Ilegal Longging di Kabupaten Agam Pun Merajalela

Pengajuan memang dua desa, namun setelah di survei oleh Disperkim, katanya satu desa itu tidak layak mendapatkan,karena di sana jalan Kabupaten. Kata Indra Gunawan.

Luhut Lumbantoruan, Sekretaris Jenderal (Sekjend) LSM DPP Gerakan Pejuang Aspirasi Rakyat Independen (GEPARI) yang ketemu dengan redaksi Zonadinamikanews di lapangan parkir Dirjen Cipta Karya di Jakarta mengatakan, terkait dengan lokasi dan besaran anggaran Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) kegiatan Pisew sejak awal telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR.

Ketika dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan terjadi perubahan lokasi daerah kegiatan IBM,harus dibuktikan dengan Surat Ketetapan (SK) dari Dirjen Cipta Karya.Tidak boleh ada perubahan lokasi kegiatan oleh siapapun baik Kepala Desa, Camat, Bupati atau Dinas Perumaham dan Permukiman Provinsi.Syaratnya harus dengan SK dari Dirjen Cipta Karya.

Apabila dilapangan tetap dipaksakan perubahan lokasi dengan cara hanya di satu desa dilaksanakan kegiatan Pisew, maka desa lainnya yang terdaftar sebagai desa penerima mamfaat cenderung masuk dalam kategori kegiatan fiktif.Dan jika benar perubahan lokasi kegiatan Pisew tanpa SK dari Dirjen Cipta Karya, ditengarai ada oknum yang nekad menyalah gunakan wewenang.

Selain Kecamatan Huta Bargot, Kecamatan Panyabungan Barat di kabarkan tidak mengalokasikan dana PISEW untuk satu desa. Pada Kecamatan ini yang mendat pencairan dana PISEW ada dua desa yakni desa Barbaran dan Batang Gadis.

Sumber yang didapat dari desa Barbaran, bahwa desa Batang Gadis tidak mendapat bantuan, artinya hanya satu Desa yang mendapat di kecamatan Panyabungan Barat.

Aswar Lubis camat Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal ketika di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp, yang bersangkutan tutup mulut dan tidak membalas, berulang kali di telepon juga tidak di angkat, besaran anggaran Pisew ke dua kecamatan tersebut mendapatkan anggaran Rp.600 juta/ kecamatan untuk empat desa.(tim)

Baca Juga :  Terkait Rehap, Kepsek SD 01 Bojong Salaman Bersembunyi di Balik Adiknya Yang Mengaku Wartawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here