Alokasi Dana PISEW Huta Bargot Madina Diduga Mark Up,Camat Menghindar

0
240

Madina-Zonadinamikanews.com.Bila di bandingkan akan besaran anggaran program Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI tahun anggaran 2020 yang menelan biaya Rp.600 juta dari APBN.yang
diperuntahkan untuk dua desa,antaranya desa Simalagi dan desa Huta Bargot Nauli, dengan hasil fisik yang di kerjakan dilokasi diduga keras tidak sebanding anggaran yang ratusan juta dan terindikasi akan adanya rekayasa dokumen terhadap penyerapan anggaran tersebut.

Tim media ini bersama LSM LPAKN RI yang terus melakukan investigasi dan mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber di lapangan, agaknya indikasi praktek dugaan kongkalikong dilapangan sangat rentan.Di tambah lagi menghindarnya Indra Gunawan Camat Huta Bargot dari wartawan hingga memblokir no whaatsapp diduga hanya ingin menutupi boroknya.Indra Gunawan yang juga disebut sebagai PJS Kades Simalagi ini patut diduga menjadi dalang di balik buruk kualitas rabat beton yang di kucurkan lewat program Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI tahun anggaran 2020 yang menelan biaya Rp.600 juta dari APBN.yang diperuntahkan untuk dua desa,antaranya desa Simalagi dan desa Huta Bargot Nauli.

Dugaan Mark Up dalam alokasi dana PISEW semakin terlihat setelah media Zonadinamikanews bersama LSM LPAKN RI melukan investigasi di lokasi proyek rabat beton tersebut, terpantau kondisi rabat beton yang diperkirakan baru selesai di kerjakan kurang lebih satu bulan yang lalu, namun fakta di lapangan bahwa banyak yang sudah rontok.hal ini disinyalir karena dalam pengerjaan dilapangan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sangat tidak diterimah akal sehat, dengan besaran anggaran Rp.600 juta dengan hasil fisik 200 meter rabat beton, apalagi kualita rabat beton tersebut jangan kurang memuaskan, karena dilokasi ditemukan sejumlah titik badan cor sudah banyak retak dan pecah.ketebalan cor rabat beton tidak merata dan dari 10 cm meter sampai dengan 20 cm meter. campuran semen atau adukan cor rabat beton sudah banyak ditemukan jadi pasir, diduga keras akibat campuran adukan tidak sesuai spesifikasi.Saat pengecoran rabat coran diduga tidak memakai pasir Uruk,sirtu , cadas ,krikil,plastik,dan batu sebagai pondasi.Dan juga tidak terpasang plang proyek sehingga terkesan menutupi asal anggaran dari mana.Panjang diperkirakan dua ratus meter.

Baca Juga :  BONGKAR, Dugaan Rekayasa Dalam Penggunaan DD di Desa Mensango.

Oleh karena itu patut diduga, banyak tangan-tangan nakal atau niat jahat para oknum berusaha agar anggaran ini bisa masuk kantong demi pembuncitan harta kekayaan, sehingga tudingan miring, dana Pisew ini diduga jadi bancakan sejumlah oknum sehingga sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Ironisnya lagi, sejumlah oknum pejabat yang terkait dalam anggaran ini, PPK dan Kadis Perkim Madina Saling Tuding.”Saya kurang paham soal Pisew lebih baik ke setretaris dinas saja”jawab Kadis Perkim Madina. Sementara sang PPK diujung telepon berusaha melindungi dugaan praktek kotor dilapangan, menjawab masih dalam proses pekerjaan.

Di sampaikan bahwa kegiatan ini kurang di pahami oleh kadis Perkim, sang PPK menjawab ” masa Kadis tidak mengerti”

(Faisal Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here