Remigius Tandang : Kebijakan Perluasan Jaringan PLN Sangat Tidak Adil

0
353

NTT-Zonadinamikanews.com.Program Indonesia Terang (PIT) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo juga dalam pelaksanaanya dimulai dari 5 (Lima) Propinsi dibagian timur Indonesia dan salah satunya Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun hingga saat ini, masih ada warga kampung Dusun Parang (Kampung Paka dan Kampung Rokat ) dan Dusun Metuk ( Kampung Toger dan Rante Leros) Desa Golo Ndele Kecamatan KotaKomba Kabupaten Manggarai Timur.
Kedua dusun tersebut juga memiliki tempat publik untuk umum misalnya disusun Metuk ada Puskesdes sedangkan disusun parang Ada Gereja dan Sekolah Dasar (SD).

Kedua dusun tersebut merupakan salah satu wilayah yang hingga saat ini belum tersentuh jaringan listrik. Padahal, Kedua Dusun ini memiliki Ratusan kepala keluarga dan memiliki tempat Pelayanan untuk Masyarakat
Kondisi kampung mereka ini tidak terkendala, baik dari segi infrastruktur maupun kesiapan warga untuk pengadaan meteran. Sehingga mereka sangat heran ketika Kampung dalam satu dusun dialiri Jaringan listrik sedangkan sebagian Kampung mereka diabaikan begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Pantauan media ini (Kamis,29/10/2020) Malam, Masyarakat Menjalani hari-hari dengan mengandalkan cahaya dari lampu pelita dimalam hari membuat mereka alami kesulitan. Mereka terpaksa harus menyisihkan uang dari penghasilan mereka untuk membeli minyak tanah sebagai bahan baku lampu pelita.kesulitan mereka ketika menggunakan pelita adalah saat asyik makan malam lalu tiba-tiba angin bertiup kencang. Warga harus siap menerima kondisi rumah kembali gelap di waktu-waktu tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus Mantan Kades Golo Ndele Remigius Tandang mengatakan “Kami masyarakat disini sangat membutuhkan dan merindukan aliran listrik apalagi di kampung tanatorong ada tempat sarana Pusat Pelayanan Kesehatan Desa (POSKESDES) dan di kampung paka ada tempat sarana Sekolah Dasar (SD) dan juga Gereje.” Tuturnya

Baca Juga :  DPRD Kutuk Pemukul Wartawan RRI, "Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku"

Lanjutnya Remi “Ketika PLN tidak sampai ke kampung Toger, Tanah Torong, Rokat dan kampung Paka, kebijakan PLN sangat tidak adil karena Desa Golo Ndele belum ada program PLN untuk desa Golo Ndele dan Di metuk kebetulan jalur yg dilewati, begitu juga di Kampung Parang kebetulan juga jalur kabel yg dilewati.”

Adapun harapan yang diinginkan oleh Masyarakat Desa Golo Ndele Jika perluasan jaringan PLN masuk kewilayah ini Masyarakat terpenuhi akan kebutuhan penerangan. Masyarakat yang miliki ketrampilan Meubel, bengkel mesin otomotif dan lain-lainya bisa terpenuh. Satu lagi yg paling penting, di tanah Torong ada poskesdes yg sangat membutuhkan penerangan listrik.

Nersi Deti Amur salah satu bidan yang bertugas di poskesdes golo ndele mengatakan “Kami sebagai tenaga Kesehatan sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk segera perluasan jaringan aliran listrik untuk masuk diwilayah Poskesdes Golo Ndele.Karena pada saat ini kami sangat bersusah-payah untuk melakukan pelayanan pasien kalau dimalam hari.” Tandas Deti sapanya.

Salah satu warga yang tidak mau dipublikasikan namanya mengatakan “Kami kecewa skali pak, masa kampung yang bersebelahan dengan kami, diperhatikan, sementara kami tidak. Sementara pada saat mereka angkut material seperti tiang listrik dan kabel, lewat dikampung kami ini, dan selama ini juga sebagai pengganti penerangan dimalam hari kami mengunakan lampu pelita

Diakhir wawancara, mereka menitip pesan kepada Pemerintah dan PLN agar biarkan mereka juga turut merasakan “Merdekanya” Indonesia.
“Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, tapi kami disini belum merasakanya, Biarkan kami ikut merasakanya melalui terang listrik.

Penulis : Hubertus Basri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here