Narasi Gubernur DKI Jakarta Soal Banjir Dinilai Menyesatkan

0
86

Jakarta -Zonadinamikanews.com. Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta rapat bersama beberapa ahli untuk memberikan masukan soal penanganan banjir. Ahli Hidrologi dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali menyinggung soal konsep banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“(Anies mengatakan), melawan sunatullah kalau air dialirkan gorong-gorong ke laut. Karena yang desain gorong-gorong salah satunya saya. Dihadirkan narasi baru, naturalisasi, saya lihat rekaman YouTube, ini penyesatan,” ucap Firdaus dalam rapat bersama dengan Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (21/10/2020).

Diketahui, konsep naturalisasi dibuat dengan cara tidak melebarkan pinggiran sungai dengan beton seperti yang dilakukan normalisasi. Pinggiran sungai dibuat secara natural dengan tumbuhnya pohon dan sebagainya.

Menurut Firdaus, ada perbedaan konsep antara naturalisasi dan normalisasi. Naturalisasi tidak berfungsi untuk pengendalian banjir.

“Normalisasi itu fungsinya untuk pengendalian banjir. Begitu hujan turun, secepat mungkin dialirkan ke hilir karena tidak punya ruang untuk menahan dia,” ucap Firdaus.

Menurut Firdaus, Anies beberapa kali menyinggung Singapura sebagai contoh naturalisasi. Namun, kata Firdaus, naturalisasi di kota berfungsi sebagai estetika.

“Ini fungsi estetika, air Singapura itu di hulunya sudah diangkut ke dalam terowongan di dalam tanah,” ujar Firdaus.

Bagi Firdaus, karena air sudah dialihkan ke dalam terowongan, area naturalisasi sungai tidak banyak mendapat limpahan air, sehingga tidak terjadi banjir.

“Air limpahan besar masuk ke terowongan. Air di atas tidak akan melimpah karena dijaga estetikanya, karena properti dibangun untuk dijual dengan nilai mahal,” katanya.

“Kalau kita mau tambah ruang terbuka biru, kalau tidak bisa bebaskan lahan, kita buat di bawah tanah,” katanya.(zdn)

Baca Juga :  Hari May Day Pilih Diskusi Guna Menyatukan Persepsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here