Herry Suprianto : Untuk Raih 10 Besar PORPROV 2022 KONI Bentuk Satgas

0
86

Depok-Zonadinamikanews.com.Meskipun masih dalam kondisi pandemi covid-19 Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Kota Depok tidak pernah lengah , namun tetap memperhatikan para atlit , agar tetap intensif berlatih meraih prestasi masuk 10 besar dalam PORPROV Jawa Barat tahun 2022 nanti.

Saat ditemui media, Kamis ( 8/10/2020) Wakil Ketua KONI Herry Suprianto diruang kerjanya menjelaskan,” bahwa di KONI , sejumlah atlet- atlet yang potensi dan yang diusulkan oleh Pengurus Cabang ( Pengcab) diberikan beasiswa/ insentif tiap bulan.Insentif ini bervariasi melihat potensi medalinya berdasarkan track record mengikuti event resmi,”ungkapnya.

“Jadi yang dikukuhkan kemaren Jum’at,11 September 2020 oleh Wali Kota , adalah Atlet yang terbaik di Kota Depok disetiap Cabang Olahraga ( Cabor). KONI bukan semata- mata otoritas menunjuk atlet, namun memperhatikan usulan-usulan dari cabang- cabang olahraga. KONI lebih jauh memperhatikan atlet yang berpotensi yang bisa mendapat medali di tingkat Provinsi pada waktu mengikuti event PORPROV Jabar empat tahun sekali,” imbuhnya.

Ditambahkan Herry ,Terkait Cabor Sepakbola, ada sebagian masyarakat yang belum memahami kriteria cabor . Ada dua macam jenis olahraga tersebut ,yaitu yang amatir dan ada yang profesional.

KONI atau Pemerintah , hanya membantu atlet yang amatir. Kalau dulu PERSIKAD (Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok) bersifat profesional ,hal ini tidak dibebankan anggarannya di APBD.Sebab itu Peminat olahraga Sepakbola Di Depok sangat luar biasa pertumbuhannya, dimana ASKOT( Assosiasi Kota PSSI ) Depok punya bawahannya ASSB ( Assosiasi Sekolah Sepak Bola) yang beranggotakan anak- anak umur 10 atau 12 tahun kebawah dan memang setiap satu lapangan pasti ada dua atau tiga ASSB atlet berprestasi.

Dijelaskannya , sampai saat ini cabor yang sering dapat medali mas dan diunggulkan pemerintah/KONI yakni Terjun payung, Taekwondo, Biliard, Kempo, Arung jeram.
KONI dalam memonitor latihan para atlet, setiap atlet wajib melaporkan aktivitasnya dan hasil latihan dikirim pakai Vidio ke KONI, setelah itu dievaluasi ,jika ada diantara jadwal itu ada atlet tidak hadir, ini jadi pertimbangan untuk distop insentifnya.

Baca Juga :  Kadisdik:Pangkat Kepsek Minimal 3C

Pelatih diharapkan memantau latihan si atlet sampai sejauh mana perkembangannya, kalau Pelatih tidak menyampaikan laporan juga akan ditinjau,”jelasnya.
“Saat ini KONI, karena masih berlangsung pandemi covid , sekarang kami membentuk Tim Satgas KONI, khususnya terjun langsung di lapangan yang beranggotakan 5 orang ,yang akademisinya lulusan S2 UNJ tupoksinya diarahkan ke seluruh cabor dibuat cluster oleh kita, diantaranya olahraga akurasi, beladiri, permainan , baik perorangan maupun beregu ,” paparnya.

“Satgas KONI ini untuk memantau perkembang day to day, meminta daily report atlet , memaksimalkan melihat , apa yang kurang dan ini salah satu juga dasar untuk merekomendasi apakah atlet tersebut masih dipertahankan atau tidak. Intinya atlet kalau sudah juara di Jawa barat patokannya nasional karena kiblat olahraga di Indonesia yaitu Jawa barat, di Jabar cukup sulit, saingannya luarbiasa dari 27 kota/ kabupaten,” tutupnya.

(ish-des)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here