Terkait Pungli di SDN No 27/VI di Merangin, Kabid Dikdas Akan Panggil Kepsek

0
591

MERANGIN-Zonadinamikanews.com.Dugaan pemufakatan jahat oleh oknum pendidik untuk mencari keuntungan oknum guru di SDN No 27/VI Sidolego 1 di Merangin Provinsi Jambi. Pelanggaran peraturan oleh oknum pendidik ini harus di tindak tegas,sebab otak kotor yang berdampak pada korban orang tua murid.

Praktej juak beli LKS telah melanggar peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 75/2016 tentang komite sekolah pasal 12 ayat 1, dalam permen tersebut di tegaskan komite sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam sekolah.

Borok ini akhirnya tercium pada media, dan mediapun mencoba memintah keterangan dari pihak sekolah, dan pihak sekolahpun mengakui, bahwa pihak melakukan pungutan tersebut, dan berdalih sudah melakukan kordinasi dengan orang tua murid, namun bila tindakan ini memang salah, maka kamipun siap memanggil para orang tua murid dan mengambalikan uang tersebut, jawab pihak guru SDN No 27/VI Sidolego 1 di Merangin pada media ini.

Pendidik atau guru idealnya memberikan pendidikan yang benar pada semua masyarakat,dan pendidik itu tidak patut mengkambing hitamkan orang tua murid, padahal berbau pemufakatan jahat demi keuntungan oknum pendidik. Menjual atas nama komite dan sebagian orang tua murid, kerap diperankan oleh oknum pendidik, yang ujung-ujungnya demi merauf uang dari orang tua murid.

Dugaan azas pemufaktan oleh oknum-oknum guru di SDN No 27/VI di Merangin sudah barang tentu mencederai dunia pendidikan, apalagi saat ini dalam kondisi perekonomian masyarakat cukup priharin dari dampak merebaknya virus corona, yang selayaknya masyarakat harus dibantu, bukan malah sebaliknya, di paksa mengeluarkan dana dengan program rekayasa.

Janji akan menghubungin para orang tua murid dan akan mengembalikan uang tersebut, agaknya hanya sebatas isapan jempol, alian pembohongan besar,sebab hingga saat ini, pihak sekolah belum menghubungi para orang tua murid. “mana janjimu untuk mengambilan uang itu bu guru”????

Baca Juga :  Tangkap dan Jebloskan Kepsek SDN 247/VI Merangin Jambi ke Penjarah.

Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin Henizor pun angkat bicara dan berjanji akan memanggil kepala sekolah  SDN No 27/VI di Merangin atas tindakan dugaan kejahatan pada orang tua murid tersebut.

“ya saya akan panggil kepala sekolahnya dalam waktu dekat ini, berhubung saya lagi di luar, tapi akan saya panggil” Jawab Henizor. Tindakan pihak dinas pendidikan ini layak kita tunggu.

Pihak  SDN No 27/VI Merangin yang melanggar permendikbud tersebut diatas, dan telah melakukan pungutan liar (pungli) sebagai tindak pidana korupsi, (Analisis pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana
korupsi sebagai mana telah di ubah dalam UU RI nomor 20 tahun 2021.

Herman, seoarang aktifis pendidikan di Provinsi Jambi, lewat telepon selulernya menegaskan, pihak sekolah jangan melakukan pembodohan pada orang tua murid, namanya LSK itu tidak boleh diperjualbelikan oleh siapapun,sebab semua itu sudah di biayai oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepala Sekolah harus memberikan penerangan pada orang tua siswa, jangan memutar otak demi upaya menarik uang dari ortu murid, nanti kualat, bila itu dilakukan,sama saja oknum pendidik itu dalam keluarganya memakan uang hasil tipuan dari orang tua murid, itu bahaya resikonya, apapun alasan pihak sekolah dalam upaya penjualan LKS itu sudah upaya melakukan pengibulan pada orang tua murid tegas Herman minggu 4/10.

Media ini yang mencoba kembali menghubungin yang disebut-sebut di komandoi oleh ibu  Mariatun,setiap dihubungin tidak berkanan mengangkat telepon, kadang sang suami dan adik,anaknya yang disuruh mengangkat telepon

Pihak SDN No 27/VI Kabupaten Merangin berhasil mengibulin para sejumlah orang tua murid dengan berbagai cara agar para orang tua murid membeli buku LKS dengan besaran Rp.92.000 yang disediakan oleh pihak sekolah, walaupun pada dasarnya para oknum pendidik ini tahu bahwa LKS tersebut tidak bisa diperjualbelikan pada murid,namun demi merauf keuntungan secara terlarang, pihak sekolah melancarkan berbagai cara, alhasil para orang tua murid berhasil di bohongin dan membayar buku LKS tersebut. (Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here