KETERLALUAN,RS Columbia Medan Kenakan Biaya Bagi Pasien Covid-19

0
209

Medan-Zonadinamikanews.com -Aturan tentang wabah covid 19 sdh di buatkan oleh Negara Indinesia untuk penanggulangan biayanya dan Gugus tugas covid di pusat dan daerah harus berkordinasi.

Dilansir dari salah satu Pemberitaan media online, dalam pernyataan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut menegaskan bahwa, seluruh biaya untuk pasien COVID-19, ditanggung oleh pemerintah.

Dikatakan juga bahwa Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah menegaskan, biaya gratis tersebut diberlakukan untuk seluruh daerah di Sumut dalam penanganan pasien COVID-19 baik untuk rapid test, status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif.

Jadi biaya penanganan pasien Virus Corona dan tes Corona ini gratis bahkan kepada pasien PDP yang sudah dirawat itu semua ditanggung pemerintah. Jadi semua perawatan yang biayanya timbul akibat perawatan PDP dan Positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit semua menjadi tanggung jawab pemerintah,” tutur Aris, yang dikutip oleh media ini.

Ia menegaskan, agar seluruh rumah sakit – rumah sakit yang dijadikan rujukan pemerintah untuk menangani pasien COVID-19 agar tidak melakukan penyimpangan dengan mengutip biaya.

“Jadi biaya yang timbul terhadap perawatan pasien itu semuanya ditanggung negara, baik di rumah sakit swasta ataupun di rumah sakit negeri. Seandainya memang ada perbedaan pelayanan nanti kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit – rumah sakit yang menerima pasien tersebut agar pelayanan ini bisa kita standarisasi,” tuturnya.

Namun hal ini berbeda dengan apa yang ditemukan oleh wartawan media ini. Dari data yang diperoleh baru-baru ini, pada hari Rabu,(30/09/20), kemarin, seorang pasien yang didiagnosis terpapar Covid-19, sesuai surat keterangan yang dikeluarkan oleh rumah sakit Columbia.

Baca Juga :  Daulae Nainggolan "Saya di Tipu Oleh BPR Dana Nusantara Batam dan Dibenturkan Dengan Polisi"

Ironisnya pasien yang awal mulanya diketahui penyebab utama dirawat karena luka bakar, disebabkan kompor gas Elpiji yang meledak, sehingga dua orang menjadi korbannya, yaitu ayah dan anaknya, berusia sekitar 4 tahun.

Peristiwa ini sempat viral di medsos, dalam akun Facebook Zee mul.

Naas bagi anak yang menjadi korban setelah dirawat beberapa hari di RS Columbia, pada Rabu,(30/09/20), kemarin, meninggal dunia dan disebutkan sebagai, positif Covid-19 dan dikenakan biaya yang cukup lumayan sebesar Rp 86,759,197,- juta.
Hal ini berdasarkan data/ surat yang didapatkan oleh wartawan media ini.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Manajemen R.S Columbia, bagian Marketingnya, Rika Harahap, dan Dokter Olivia, bagian Medical Server, mengatakan,” kami tidak bisa memberikan informasi mengenai kondisi pasien, langsung aja ke keluarga dan kepada Gugus Tugas Sumut, Penanganan Covid-19, ” ujar Dokter Olivia.

Begitupun saat ditanyakan, soal biaya perawatan pasien yang dikatakan positif Covid-19, seharusnya ditanggung oleh Pemerintah, namun tetap dikenakan sejumlah biaya.

Pihak Manajemen RS Columbia, tidak bersedia menjelaskan, kepada Media ini.Hal ini tidak sesuai dengan Kepmenkes HK. 01.07/2020, yang menetapkan Covid-19, sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah, dan dikatakan segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan wabah virus Corona dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, Pemda, dan atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kuat dugaan RS Columbia, memanfaatkan situasi saat ini, dengan menetapkan pasien dengan luka bakar, didiagnosis terpapar Covid-19, sehingga diduga pihak RS Columbia dapat mengklaimnya, selain mengutip biaya kepada pasien tersebut.( Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here