Gudang Thinner Izin Bodong di Sidoarjo Kebal Hukum ?

0
993

Sidoarjo-ZonadinamikaNews.com.Thinner merupakan kategori B3 berbentuk cair yang sangat berbahaya, mudah meledak, memiliki karakteristik tidak stabil dari temperatur hingga terjadinya gesekan akan menimbulkan explosiv (meledak), berdampak negatif sangat berbahaya bagi lingkungan, dan tumpahannya merupakan salah satu penyumbang degradasi rusaknya lingkungan, membahayakan lingkungan, manusia dan mahluk hidup lainnya. Seperti gudang penampungan thinner di Raya Pembangunan nomor 27, tepatnya di Desa Ketapang Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.

Dari hasil keterangan warga setempat, operasional aktifitas dalam gudang thinner itu sangat mencurigakan, selain keluar masuk angkutan muatan mulai dari truck, pickup dan sebagainya tanpa adanya rambu atau tanda muatan bahaya pada mobil, dengan sistem buka tutup pintu gerbangnya bagi armada yang akan mengambil muatan, hingga kegiatan operasionalnya sangat tertutup, dan rata rata armada tersebut hanya bertutup terpal, tanpa ada rambu atau surat manifest.
Kebetulan masuknya truck tangki besar berukuran kapasitas 30.000 liter sedang masuk waktu dinihari, tampak didalam gudang banyak tumpahan hingga tanahnya basah menghitam, tanpa ada saluran dalam ruangan, awak media ini mengkonfirmasi terkait izin aktifitas dan legalitas kegiatan usaha tersebut kepada pemilik barang yang mengaku bernama Rozikin,” izin saya ya ini, dan kata kapolres ini saja sudah cukup,” terang Rozikin.
Masih Rozikin,” Sudah banyak kok mas Polisi yang kesini, bahkan saya juga mendatangi kantor polisi setempat, ya kita tahu sama tahulah mas, dan ini izin saya (sambil menujuk izin lokasi yang menempel ditembok),” tambahnya.

Diketahui, gudang tersebut hanya memiliki izin lokasi saja, menurut para sopir yang berada di lokasi, dirinya mau kirim ke nganjuk, ada juga yang mau kirim ke pasuruan, berbekal surat jalan, tanpa dilengkapi surat angkutan khusus ataupun kelengkapan seragam safety.

Baca Juga :  Diduga Banyak Aset Negara di PT.SHS Hilang Akibat Ulah Oknum Pejabat BUMN

Sementara, kegiatan penyimpanan, pengumpulan, pengolahan dan pengangkutan (transportird), tanpa disertai legalitas sarat dan perlengkapan usaha berbahaya ini telah cukup sarat memenuhi unsur melawan hukum peraturan yang ada.

Rosyid devisi pengaduan LSM Korak menyikapi hal ini,” Sudah nyata, tanpa izin, dan membahayakan baik lingkungan ataupun mahluk hidup disekitar, bisa dikatakan inilah usaha yang merusak lingkungan jelas melawan hukum, tempat itu tepat ditepi jalan raya, sekitar gudang thinner masih ada pemukimam, apalagi kegiatan ini sudah lama, sudah sepatutnya hal seperti ini diberantas, ini tugas dan tanggung jawab aparat hukum wilayah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Masih Rosyid,” Berdasarkan peristiwa tersebut ada beberapa ancaman pidana terhadap pelaku pencemaran lingkungan yang terancam pidana Pasal 104 UU PPLH: Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). Saya kira aparat hukum pastinya mampu menindak tegas Rozikin pemilik usaha yang merusak lingkungan.
(dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here