PT.AGRINDO PANCA TUGGAL PERKASA Keberatan Atas Surat Kadis DPMPTSP Sarolangun.

0
491

SAROLANGUN-zonadinamikanews.com. Manager PT.Agrindo Panca Tunggal Perkasa melalui media ini, Askep Abdurrahman mengaku bahwa pihak perusahaan merasa keberatan dengan surat keputusan kepala dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sarolangun tertanggal 16 Juli 2020. Terkait tuduhan dugaan pelanggaran yang dituduhkan pada perusahaanya. Dan menyebut beberapa item pelanggaran dan undang yang yang di langgar oleh pihak perusahaan.

Dengan tudingan pemkab Sarolangun tersebut, Maka pihak PT.agrindo Panca Tunggal Perkasa kembali menyurati bupati Sarolangun secara, dengan menegaskan bahwa pihak perusahaan keberatan atas penghentian aktivitas, surat tertanggal 27 Agustus 2020 ujar Abdurrahman kepada media ini.

Abdurrahman mengatakan, bahwa beberapa item pelanggaran yang tertuang didalam surat keputusan kepala dinas PMPTSP itu tidak benar.
Tekait dengan Hak Guna Usaha (HGU) pihak perusahaan sudah mengajukan perpanjangan dan masih dalam proses di kementerian agraria dan tata ruang /badan pertanahan nasional di Jakarta.

Begitu juga dengan item-item yang lain dimaksud seperti laporan perkembangan usaha perkembangan semester II tahun 2019 sesuai dengan permentan No 98 tahun 2013 pasal 40, hal ini sudah di sampai kan oleh pihak PT.agrindo panca tunggal perkasa melalui surat No 552a/EXT/LEC/APP/APHO/VI/2020, terang Abdurrahman lagi.

Beberapa orang karyawan di perumahan PT.agrindo panca tunggal perkasa saat di konfirmasi media ini merasa kehilangan aktivitas sehari-hari apa lagi yang buruh harian lepas (BHL) tidak kerja tidak ada gaji, sementara kebutuhan sehari-hari berjalan terus, kalau lama-lama seperti ini kami mau makan apa ujar salah seorang ibu-ibu yang mengakui diri nya sebagai BHL di perusahaan tersebut.

Dilanjut ketua DPD LSM GPRI Provinsi Jambi Fahrurrozi SP.di MPd, meminta kepada kepala dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (PMPTSP) Kabupaten Sarolangun agar dapat meninjau kembali surat keputusan pemberhentian aktivitas sementara tersebut, karena salah satu dampak dari pemberhentian aktivitas ini , sejumlah pekerja kebun kelapa sawit akan jadi stres karena tidak di panen dan brondolan sudah banyak berjatuhan terkesan mubazir.

Baca Juga :  Jual Makam Fiktif Di Dinas Pemakaman Dan Pertamanan DKI Terungkap

Karyawan yang sudah sekian lama tidak beraktivitas mereka mau makan apa nanti nya… ??? Ujar fahrurrozi.

Di harapkan kepada pihak pemerintah daerah kabupaten Sarolangun dan dinas terkait agar bisa mengambil kebijakan dan mengkaji ulang surat keputusan tersebut dengan penuh pertimbangan dan pengecualian dan terlepas dari kepentingan agar tidak terjadi configere.(Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here