Nagari Koto Dalam Barat Adakan Rembuk Dengan Kader Posyandu Dan PKK Untuk Menekan Kasus Stunting

0
82

Padang Pariaman — Zonadinamika news com.NagariKoto Dalam Barat melakasanakan rembuk dengan Kader Posyandu dan PKK untuk menekan kasus Stunting, Senin 14/09/2020, bertempat di Kantor Wali Nagari.

“Rapat dilaksanakan untuk menggali aspirasi dari Kader posyandu dan PKK serta Bidan Desa dalam hal Kesehatan, yang akan di rembukkan nantinya dapat dimasukan ke dalam RKP Nagari,” ujar Indra Suhada Wali Nagari Koto Dalam Barat.

Masih adanya kasus stunting di Nagari Koto Dalam Barat membuat Indra Suhada bekerja keras untuk menekan kasus tersebut.

“Kita terus berusaha menekan kasus stunting di Nagari Koto Dalam Barat ini sampai dapat dihentikan,” lanjut Indra Suhada.

Pendamping lokal Desa untuk Koto Dalam Barat Diennofita menyambut baik langkah yang dilakukan Wali Nagari Indra Suhada. Karena menurutnya baru beberapa Nagari yang telah melakukan kegiatan ini.

“Masyarakat harus diberi pendidikan terhadap Kesehatan, sehingga pola hidup sehat dapat terapkan, untuk itu langkah ini sangat tepat dilakukan,” ujar Diennofita.

Sementara Kepala Puskesmas Padang Sago Elmispendriya Gusna S. Sit. M .Keb yang turut menghadiri rembuk tersebut sangat menyambut baik langkah Pemerintahan Nagari Koto Dalam Barat ini. Dalam sambutannya menjelaskan stunting adalah tidak seimbangnya pertumbuhan anak dengan umurnya. Penyebabnya bisa juga karena faktor gizi buruk atau kurangnya perhatian tentang Kesehatan anak dari orang tua.

“Kita bangga dengan Pemerintahan Nagari yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga kebutuhan kader posyandu, Bidan Desa dapat terakomodir di dana Nagari,” ucap Kepala Puskesmas yang akrab disapa Buk Mis ini.

Menerut Buk Mis, enam Nagari di Kecamatan Padang Sago Koto Dalam Barat yang pertama melakukan kegiatan ini. Dari 23 orang kasus stunting di Kecamatan Padang Sago, terdapat 8 kasus di Koto Dalam Barat.

Baca Juga :  Sosialisasi Gaktib oleh PM di Kodim 0806/Trenggalek.

Dengan diadakan rembuk ini kita berharap kasus stunting dapat ditekan lebih rendah lagi, samapai tidak ada lagi kasus, lanjut Buk Mis.

Di akhir perbincangannya dengan RakyatMerdekaNews, Buk Mis menjelaskan kedepannya Puskesmas akan bekerjasama dengan Pemerintahan Nagari memberikan Pendidikan Kesehatan kepada orang tua, selain fasilitas yang akan diberikan Nagari kepada posyandu yang ada di Koto Dalam Barat. (YE/KN)/ zaherman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here