Kades Banuarea Tarutung Yang Dituding Serobot Tanah Warga,Pasrah Saat Dipasang Patok Oleh Ahli Waris, Ini Pesan Camat

0
1361

Tapanuli Utara-Zonadinamikanews.com. Agaknya tudingan atas dugaan penyerobotan tanah milik para ahli waris atau keturunan Opung Jeremias Hutapea diantaranya Guru HP/ Op Rud Siahaan, Jamangantar.S.Pd,Drs.Parni Hutapea,Paber Hutapea, semakin terkuak. Menyusul para ahli waris yang mengambil tindakan pemasangan patok diatas lahan yang diklaim oleh Kepala Desa Banuarea sebagai hak milik yang sudah dibeli oleh orang tuanya beberapa tahun lalu.

Pemasangan patok oleh para ahli waris yang juga disaksikan beberapa tokoh masyarakat dan juga oleh petugas kamtibmas/polmas bernama Siregar, serta keluarga Hermanto Hutapea sabtu 5 september 2020.

Hermanto Yang mengkalim bahwa dirinya punya dokumen atas atas kepemilikan tanah , makanya berani mendirikan bangunan di atas tanah tersebut.

“Kita punya suratnya, kalau mereka punya surat tanah juga, ya ayo kita adu saja suratnya dan bisa juga dilakukan cek ke lokasi” Jawab Kepala desa diujung telepon pada wartawan. 31/08.200 lalu.

Jamangantar Hutapea,S.Pd salah satu ahli waris akhirnya menyempatkan diri pulang kampung ke Banuarea untuk memberikan penegasan kepada Hermanto, bahwa bangunan yang berdirih tersebut adalah berada di atas tanah wariasan lelulur mereka. Jamangantar pun turun tangan melakukan penanaman pipa besi sebagai pembatas dan  beri cat warna merah.

“Begitu dipasang patok oleh Jamangantar, Hermanto Hutapea tidak banyak bicara dan memilih diam, dan tidak berani menunjukkan surat tanah yang katanya dia punya atas kepemilikan tanah tersebut, dan setelah diukur, ternyata bahwa bangunan yang sekarang ditempati oleh keluarganya bernama Hulman tersebut, mutlak berdirih diatas tanah milik kami atau warisan leluhur kami” tegas Op Rud Siahaan.

Jamangantar pun dengan tegas mengatakan, “Inilah batas tanah kami kappung” Hermanto tidak bisa menjawab, Jamangatarpun memesankan, jangan ada politik di atas tanah ini, dan bila ingin diselesaikan secara kekeluargaan, Kappung bisa menyelesaikan kepada kakak saya dan juga adek-adek ini, saya dengan mereka adalah sama atau satu, tapi bila tidak ada niat baik, maka kami seluruh keturunan Op Jeremias tidak mau tinggal diam, kami dari tanah perantaun akan turun tangan menempuh jalur hukum” Kata Op Rud menirukan akan penegasan Jamangantar Hutapea kepada Hermanto Hutapea.

Baca Juga :  Di duga Alat Berat PT. CSME Panai Tengah Gunakan BBM Subsidi.

Bahkan ketika Kambibmas Siregar menanyakan bisa tidak bangunan ini diteruskan, Jamangantar menyarankan pertanyaan tersebut ditanyakan kepada Hermanto, Bisa tidak kita membangun ditanah yang bukan milik kita, disebut lagi-lagi Hermanto tidak bisa memberikan jawaban.terang Op Rud.

“Kalau saya sendiri menegaskan, karena posisi rumah yang dibangun adalah mutlak di atas tanah leluhur kami, saya bersih keras rumah itu harus di bongkar, dan jangan membangun rumah program pemerintah diatas tanah wasiran orang lain, karena kami tahu program rumah bedah ada di lahan kami tersebut yang saat ini sudah terpasang pondasi” Tegas Op Rud Siahaan.

Sementara itu,Reinhart Lumbantobing  selaku camat Tarutung ketika di konfirmasivia telepon  terkait dilaksanakanya pembangunan bedah rumah diatas lahan bersengketa, beliau mengatakan bahwa itu sebuah kesalahan.

“Ya soal masalah memang saya dengan sepintar, karena istri guru almarhum perna datang ke saya, dan saya sarankan pihak yang keberatan membuat surat resmi ke kami, agar kami melakukan tindakan,program bedah rumah yang di bangun diatas lahan yang bersengketa itu tidak bisa dilaksanakan, dan saya dengar kepala desa baru membangun pasangan batu, maka dengan itu, tolong dipesankan pada pihak para ahli waris agar membuat surat resmi ke kami, dan kami akan mengambil tindakan” pesan Reinhart Lumbantobing  . (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here