Dugaan Proyek di SMKN 1 Sungai Limau Padang Pariaman Yang Tidak Sesuai RAB, Komite Mengaku Belum Liat Ke Lapangan

0
235

Padang Pariaman Sumbar-Zonadinamikanews.com.Kondisi pembangunan Sekolah menengah kejuruan SMK N  l Sungai limau Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat ( SUMBAR ) yang tengah berjalan dan diduga penyimpan menyimpangan.

Tahun 2020 Pemprov Sumbar mengucurkan anggaran sebesar Rp 900,000,000, dana ini bersumber dari dana DAK Tahun 2020, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Dinas Pendidikan untuk mendukung Pogaram Peningkatan Akses Perluasan dan mutu pendidikan SMK dan Kegiatan Pengadaan Saran dan Prasarana SMK, Perkerjaan Pembangunan Ruang Praktek Siswa, Kompentesi Kehalian Tenik Penjelasan  Lokasi SMK N 1 Sungai Limau yang dikerjakan secara swkelola.

Ir mawardi Samah yang diketahui sebagai komite sekolah, ketika di konfirmasi via telepon selulernya mengatakan bahwa dirinya belum melihat ke lapangan, dikatakan, terkait masalah timbunan yang di pakai di sekolah  tidak apa—apa.

Menurut sumber, jenis Tanah Urug yang Baik apalagi proyek pemerintah,adalah tanah Merah, karena Tanah merah atau disebut juga dengan laterit adalah tanah yang secara fisik dikenali  mempunyai kontur warna coklat kemerah-merahan. Terbentuknya tTanah ini umumnya  terbentuk di lingkungan yang dingin, lembab, dan tergenangi air. Karakteristik tanah ini yaitu gampang menyerap air, memiliki profil tanah yang dalam, mengandung bahan organik yang sedang, mempunyai pH netral sampai asam, serta memiliki kandungan alumunium dan zat besi.

Tanah merah memiliki tekstur yang cukup padat dan kokoh. Tanah jenis ini banyak ditemukan di daerah pantai hingga pegunungan yang tinggi, serta menyebar di sebagian besar lahan di Indonesia. Selain dipakai untuk urugan tanah pada proyek pembangunan, tanah merah juga biasa digunakan untuk membentuk lahan perkebunan.

Jenis tanah urugan yang kedua adalah tanah pada.  Karakteristik Tanah padas ini adalah memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Strukturnya terdiri dari lapukan batuan induk dengan kandungan organik tanah yang rendah bahkan hampir tidak ada. Hal ini dikarenakan mineral yang terkandung di dalam tanah ini telah dikeluarkan oleh air yang berada di lapisan atasnya.

Baca Juga :  Luar Biasa, PT Cladtek Abaikan Panggilan Disnaker Kota Batam, Ada Apa?

Karena memiliki karakteristik teksturnya sangat kokoh tetapi sulit menyerap air, makanya orang hampir tidak ada yang mau memanfaatkan tanah ini untuk sektor pertanian. Kebanyakan tanah padas dipakai untuk pondasi infrastruktur bangunan berukuran besar seperti gedung-gedung bertingkat. Tanah padas bisa ditemukan di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Tanah Urugan berikutnya adalah tanah semi padas, atau kita sering menyebutnya dengan  tanah liat. Tanah liat adalah tanah yang terbentuk dari perpaduan antara batuan kapur dan pasir. Faktor utama yang mempengaruhi pembentukan tanah ini yaitu hujan yang terjadi secara tidak merata sepanjang tahun. Bisa dibilang tanah semi padas ibarat campuran tanah merah dan tanah padas sehingga sifat dan karakteristiknya pun seperti gabungan dari keduanyaa.

Dan menurut penuturan salah seorang masyarakat yang enggan disebukan namanya menyampaikan akan keherananya terjadap jenis material yang digunakan dalam proyek tersebut, “saya melihat kayu jenis yang di pakai buat kosen kok berbe-beda warna” teranng masyarakat tersebut.Selain mempersoalkan kondisi kusen, masyarakat tersebut juga, persoalkan akan tanah urugan yang digunakan.

“Terlihat dilapangan sewaktu pembagunan memakai tanah timbunan di lokasi sekolah SMK untuk Penimbunan ruanggan Pratek siswa di setiap titik ruangan sekolah, jenis tanah urugan tidak memakai tanah merah, melainya memakai tanah biasa yang diambil dari gundukan tanah sekitar” Ucapnya pada awak media ini.

Akmal selaku Kepsek SMK N 1 Sungai Limau, ketika hendak mau konfirmasi akan temuan tersebut, sulit ditemukan akan keberasdaanya disekolah, walaupun mobilnya berada di lingkungan sekolah, bahkan ketika di hubungin via whatsApp, tetap tidak merespon, sehingga terkesan berusahan ngumpet dari wartawan.

Sebab seperti biasa, setiap orang yang takut akan ditemui orang lain, khususnya mereka pengguna akan uang negara, bila sudah melakukan kesalahan, dan akan berusaha menghindar, dan tudingan ini, layak dialamatkan pada Akmal selaku kepala sekolah SMKN 1 Sungai Limau, terkait dalam pembangunan sekolahnya yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Ketum GPRI Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Pungli dan Mark Up Alokasi Dana BOS di SMPN 58 Surabaya

Ngumpet atau tidak mau dihubungin alah kepsek SMKN 1 Sungai Limau, juga diperankan oleh Ka Cabid setempet, sebab ketika di hubungin via pesan whatsapp, yang bersangkutan hanya membaca namun tidak memberikan jawaban.Tidak menjawab konfirmasi wartawan juga diperankan oleh kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat.

Ditempat terpisah Zaherman Ketua DPD LSM GPRI Wilayah Sumatera mengatakan  Akan memaNtau terus Pembangunan Proyek Di SMKN 1 Sungai Limau kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat,  Sedainya ada terindikasi merugikan uang negara Ketua DPD LSM GPRI Wilayah Sumbar tak akan segan seganya melaporkan ke pihak penegak hukum. Seraya berharap, kepada para pihak terkait dalam pembangunan sarana sekolah tersebut, jangan biasakan ngumpet, bila anda-anda berusaha ngumpet, berarti anda-anda menyimpan banyak masalah atau terindikasi melakukan korupsi dalam pembangunan gedung untuk para anak didik dan calon negerasi bangsa.

 

(Zul Nasri Tanjung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here