Dugaan Korupsi ADD di Padang Pariaman, LSM GPRI Angkat Bicara,”Jangan Permainkan Uang Negara”

0
889

Padang Pariaman ( Sumbar )-Zonadinamikanews.com.Sebuah pemandangan yang sangat miris pada bangunan untuk gerbang, yang konon kabarnya dibangun dengan uang negara melalui program anggaran dana desa yang terletak di tiga korong,Proyek pemasangan gerbang tersebut,seakan jadi bangunan untuk tempat hantu,selain tidak terawat, juga dalam kondisi terlantar tanpa menyelesaikan pembangunanya.

Belum jelas apa masalahnya hingga tidak tuntas, namun kabarnya pembangunan gerbang tersebut di bangun dengan ADD pada tahun 2018, sayang hingga tahun 2020, gerbang tersebut masih terbengkalai atau dibiarkan menjadi seperti bangunan tua.

Ironisnya, Proyek pembangunan gerbang untuk masuk ditiga titik di Nagari  Sungai Sirah Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging Padang Pariaman Prov Sumatera Barat  tahun 2018 inipun menjadi sebuah perbincangan masyarakat, kemana anggarannya, kenapa tidak tuntas, bagaimana perencanaan awal, apakah biaya habis namun pekerjaan tidak tuntas? Atau proyek gerbang ini jadi lahan untuk “Merampok” ADD demi kepentingan pribadi?.

Lihat saja kondisi gerbang yang terletak Ditiga korong  tersebut dan  yang terparah kondisi pembangunanya ada di Korong Sungai Rantai Anya, yang hanya proses 30 persen pegerjaan,Siapa dalang yang bermain di ADD yang terkesan menjadi pembodohan pada masyarakat ini? Lalu bagaimana laporan pertanggungjawab atas penggunaan ADD sehingga bisa diterimah pihak pemerintah, dan juga pihak pengawasan, apakah Inspektorat ikut-ikutan tutup mata dengan kondisi tersebut?

Sama halnya dengan kondisi gerbang yang terletak dikorong Sungai Putiah itu hanya mencapai pegerjaan pisik  80 persen yang 20 persen lagi sampai sekarang belum jelas penyelesaianya?.

Demikian dibeberkan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan yang enggan disebutkan namanya,seraya menduga, sifat kongkalikong dalam pembangunan gerbang tersebut sangat rawan terjadi, hal itu disinyalir demi memperkaya diri dan keluarga para oknum terkait.

Baca Juga :  Proyek Normalisasi PSDA PROVSU Di Bilah Hilir Resahkan Warga.

Agaknya aksi tutup mulut dari pihak terkait dalam pengelolan ADD tersebut mulai dirancang dan berusaha bersembunyi di balik tidak meresponya akan klarifikasi yang dilayangkan oleh pihak kontrol sosial.

Pilihan tutup mulut alias diam itu di perankan oleh Wali Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu ( Mayuni Dt Kamulie-red ) sebab saat dikonfirmasi melalui Whatsapp terkait gerbang (  Tugu-red ) yang dibangun pada tahun 2018 yang sampai sekarang ini belum kunjung selesai  mitra kerja yang bernama Mayuni Dt Kamulia lebih memilih membisu alias tidak menjawab.

Dugaan penggunaan uang negara melalui program ADD yang disinyalir digunakan oleh oknum dengan seenak jidat tersebut, membuat ketua DPD LSM GPRI ( Gempar Perduli Rakyat Indonesia  ) Wilayah Sumatera Barat, Zaherman mengaku geram bahkan sangat menyayangkan kinerja dipemerintahan Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu.

Saya sebagai ketua LSM GPRI Wilayah Sumbar dan juga  sebagai putra daerah setempat akan menyelidiki proyek pembangunan gerbang ( Tugu) tahun 2018 yang sampai sekarang belum tau ujung pangkalnya, jangan main-main dalam ADD, memperhatikan kondisi akan tuguh tersebut, besar kemungkinan ada yang kurang beres dan terindikasi  ada merugikan uang negara maka saya tak akan sengan-sengan membawa masalah ini ke penegak Hukum ( Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here