Mengungkap Fakta Dalam Berita

0
513

Oleh : Zaherman

Mengungkap Fakta Dalam Berita adalah sebuah motto portal media online ZonaDinamikanews.com. bagi banyak orang mugkin tak  semudah membalikan telapak tangan, Cacian, hinaan, kritikan, acaman, dan nyawapun bisa jadi taruhanya.Motto Mengungkap Fakta Dalam Berita, bukan sekedar asal nempel,  Dengan beban yang besar sebagai jurnalis tentu saja tuntutan untuk mampu melakukan pekerjaan dengan baik adalah hal yang mutlak. Tentu ini juga merupakan tantangan, karena saya memang tidak memiliki latar belakang ilmu jurnalistik. Sehingga untuk bisa menjawab prinsip kejujuran, kebenaran dan kepedulian saya harus bisa belajar.

Belajar tidak hanya dalam hal keprofesian sebagai jurnalis tetapi juga belajar tentang bagaimana memahami konteks masyarakat dan lebih jauh tentang kehidupan. Menurut saya, belajar bagi jurnalis adalah bagian dari upaya untuk peduli.” Dengan peduli saya dituntut untuk selalu memperhatikan, terus membaca, terus mencari informasi terus berinteraksi dan tentu saja terus meramu dan menelurkan karya.

Semuanya berjalan sesuai proses kepedulian, setidaknya bisa bermanfaat ilmu yang saya dapatkan dan tidak hanya berhenti atau bisa saya nikmati sendiri tetapi juga bisa dinikmati oleh orang lain lewat tulisan-tulisan dan karya jurnalistik.Tenang belajar ini pulalah yang kemudian membuat saya begitu salut dengan para jurnalis. Jurnalis adalah orang yang meskipun bukan seorang akademisi maupun praktisi, namun harus memahami bagaimana suatu hal. Memang kualitasnya mungkin tidak sedalam akademisi ataupun praktisi namun jelas jurnalis harus tahu banyak hal.

” Sehingga saya memandang, jurnalis adalah orang-orang yang cerdas dan pintar.Itu terbukti dari hasil karya para jurnalis-jurnalis hebat baik yang sampai saat ini terus aktif menulis dengan gayanya masing-masing. Tulisan mereka selalu menunjukkan kedalaman ilmu sekaligus kepekaan konteks dan keterampilan dalam mengolah kata-kata agar menjadi mudah dicerna dan dipahami.

Baca Juga :  Kemerdekaan Yang Paripurna

Tanpa tulisan, jurnalisme akan membisu tanpa mampu mengkomunikasikan dirinya untuk sebuah pesan yang disampaikan. Karena jurnalisme tentu saja adalah tentang jurnal atau catatan. Namun melihat dua hal sebelumnya, saya rasa aspek yang satu ini bisa “mengalah”.Menulis bagi saya adalah kemampuan manusia yang aneh. Dia hanya bisa dilakukan oleh manusia berakal yang mampu mengolah informasi yang dia terima. Dari informasi tersebut seorang penulis akan menuangkan hasil pikirannya dalam sebuah tulisan di media apapun.

Jurnal merupakan salah satu bentuk dari tulisan. Tulisan yang berisi tentang catatan-catatan maupun gagasan pribadi. Bentuknya bermacam-macam namun saya yakin semua bentuknya adalah sebuah upaya untuk berkomunikasi, baik berkomunikasi pada diri sendiri ataupun dunia luar diri.Tanpa tulisan sebuah peradaban tidak akan berkembang. Tanpa tulisan tidak ada konsep-konsep terjadi untuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah kenyataan baru.

Tulisan yang menjadi sebuah pondasi pertama dari sebuah ide. Sejarah pun menjelaskan bahwa peradaban manusia modern dibangun melalui gores-gores tulisan,Hal ini yang kemudian membuka kesadaran saya bahwa tulisan akan selalu menjadi hal yang berharga. Menjadi sesuatu yang bernilai, bahkan untuk diri sendiri jika memang tulisan tidak diperuntukkan untuk orang lain.

Pada akhirnya, jurnalisme adalah tentang tulisan. Tanpa tulisan, jurnalisme akan membisu tanpa mampu mengomunikasikan dirinya untuk sebuah pesan yang disampaikan.Tentu akan celaka jika, keburukan memiliki mulut dan corong untuk disampaikan pada khalayak, namun nilai-nilai kebaikan dalam jurnalisme justru membisu dan lumpuh. Inilah kemudian yang mendasari saya untuk kembali menulis setelah beberapa tahun mencari makna dan berusaha mengatur kembali kebiasaan.

“Jika saya ditanya apakah ingin kembali berkecimpung di dunia jurnalisme? Saya rasa saya akan menolaknya. Dunia jurnalistik adalah sesuatu yang menurut sakral. Memiliki amanah yang begitu berat, sehingga saya harus mempertimbangkan benar-benar jika ingin berkarir secara serius di dalamnya.Kemungkinan yang realistis bagi saya adalah, saya menjalani sisa hidup dengan nilai-nilai luhur jurnalisme. Kejujuran, kebenaran dan juga kepedulian akan menjadi nafas bagi saya di bidang apapun yang saya geluti.

Baca Juga :  Jiwa Merdeka Tahun 61

“Termasuk dalam hal menulis tentang bidang yang saya akan jalani. Dengan begitu, secara tidak langsung saya berharap untuk bisa terus mengingat dan juga menghayati nilai-nilai kebaikan dan kemudian tentu saja akan saya sebarkan melalui tulisan-tulisan.”Seorang amatir. namun saya yakin, catatan ini akan berarti banyak setidaknya bagi saya. Pun jika pemikiran saya yang dangkal ini Karena tentu saja, meskipun sebuah tulisan telah mengering, tulisan-tulisan baru akan bisa menggantikan tulisan yang lama dengan konsep dan gagasan-gagasan yang baru. Sebagai wujud regenerasi kebaikan-kebaikan. (*)

 

Penulis adalah:Kepala Perwakilan media online zonadinamikanews.com di provinsi sumatera Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here