Water Boom Yang Mangkrak Puluhan Tahun. DPRD Padang Pariaman: Sudah di Anggarkan Kembali 5 Milyar

0
362

Padang Pariaman-Zonadinamikanews.com. Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman  Prov Sumatera Barat  Syahrul DT Luang S sos dari Partai Golkar menyampaikan kepada awak media ini, bahwa pembangunan water boom yang mangkak selama puluhan tahun  tersebut , akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2021 ini dan sudah disiapkan anggaran sebesar Rp. 5 Milyar dari APBD Padang Pariaman. Dan diakui, Seadainya Water Boom itu sudah bisa di pergunakan itu akan  menambahkan hasil pemasukan  buat kabupaten Padang Pariaman.

Dikatakan oleh Syahrul Dt Lung, Penambahan anggaran 5 milyar tersebut sudah disampaikan kepada Kadis PUPR Padang pariaman. Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman Deni Irwan, ST,MT saat di konfirmasi media ini juga membenarkan bahwa penambahan anggaran 5 milyar untuk kelanjutan pembangunan water Boom.

Diberitakan sebelumnya, LSM GPRI DPD Sumbar menyoroti mangkraknya Pembangunan Water Boom Milik pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat yang hingga puluhan tahun, yang dibangun pada tahun 2010, GPRI mendisinyalir proyek tersebut diduga menyimpan segudang persoalan yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi atau berpotensi merugikan keuangan pemerintahan  Kabupaten Padang Pariaman.

Pembangunan Water Boom yang menggunakan APBD Padang Pariaman ini disebut-sebut telah menghabiskan puluhan miliar rupiah, namun bila dibandingkan dengan besaran anggaran yang ludes tidak sebanding dengan kondisi fisik dilapangan.

Kondisi mangkrak inipun menjadi bahan perbincangan sejumlah masyarakat, kenapa proyek milik pemkab ini mangkrak sementara sudah menghabiskan biaya puluhan miliar, tapi tidak bisa di pungsikan oleh masyarakat.

Demikian dijelaskan oleh Zaherman selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indoensia (LSM GPRI)  di Sumatera Barat, seraya mencurigai, bahwa sejumlah oknum pejabat Pemkab Pariaman disinyalir menjadikan proyek tersebut jadi arena praktek korupsi, dan pihak penegak hukum harus segerah ambil langkah cepat guna menyelidikan atas terjadinya dugaan praktek korupsi pada proyek Water Boom tersebut.

Baca Juga :  Mengaku HRD Dua Oknum Karyawan PT. Chang Shin di Duga Tipu Pencaker

Lebih juah Zaherman mengatakan, Pembangunan Water boom tersebut sudah berjalan sejak tahun 2010 saat di bawah  kepemimpinan Bupati Padang  Pariaman yang almarhum yaitu Muslim Kasim dan Wakilnya Drs H Ali Mukhni yang kini menjabat sebagai Bupati yang kabarnya menghabiskan uang negara Rp.13 miliar.

Kondisi proyek water boom ini, terlihat jelas mangkrak dan sudah dikelilingi semak belukar dan diduga jadi sarang ular dan laba-laba, kondisi ini sangat miris dan tidak terawat.

“Kami menyakini dan bila memperhatikan akan kondisi dilapangan, proyek water boom ini, pasti sudah menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keunangan, namun entah kenapa tidak ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait, baik itu para penegak hukum, oleh karena itu, LSM GPRI akan mendalami akan keberadaan proyek water boom ini, demi penyelamatan keuangan negara dan mendesak semua lembaga penegak hukum agar turun lapangan untuk melakukan pengecekan ke lapangan, dan mengusut semua oknum-oknum yang terkait, bila ditemukan dugaan korupsi dalam proyek tersebut” tegas Zaherman.

Kasihan masyarakat bila sampai dibohongin oleh sejumlah oknum pejabat dalam pembangunan water boom ini, pembangunannya adalah hasil pajak dari rakyat dan jangan menjadi lahan praktek korupsi oleh oknum pejabat yang bermental maling. Harap Zaherman.

 

( Zul Nasri Tanjung )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here