Tanah Desa Pilang Bergeser, Kok Bisa ?

0
343

Sidoarjo.Zonadinamikanews.com. Desa Pilang Kecamatan Wonoayu memanas, terkait sebidang tanah yang hilang dan bergeser di area peta BLOK Desa pada BLOK 014, tanah yang diberi tanda angka 1, karena tanah itu menonjol dalam bidang peta blok, yang menjadi tanda batas desa.

Baru baru ini, awak media ini mengkonfirmasi dan klarifikasi ke beberapa pihak terkait, terkait milik desa Pilang tepatnya di dusun Banar, berdampingan dengan sempadan sungai, dan tanah itu digeser ke desa Grogol tepatnya belakang perumahan Istana Residence, yang berdiri di Desa Grogol Kecamatan Tulangan.

Saat awak media ini mengkonfirmasi ke mantan Kepala Desa Pilang, H. Alfadi mengatakan,” Saya tidak pernah menjual obyek tanah tersebut. Selama ini tak pernah jual persil no. 17, objek itu kalau gak salah dengan ukuran 15 meter kali 70 meter membujur ke barat hingga ke timur letaknya di tepi sungai, iya sepadan sungai,” pengakuan Alfadhi.

Masih Alfadhi,” Tanah asalnya itu desa pilang terbagi menjadi tiga Desa yaitu pilang, banar, rame, semua ada Kepala Desanya. Kemudian tahun 1921 ketiga Desa itu menjadi satu Desa yakni Desa Pilang,” ulasnya.

Lanjutdia, menjelaskan asal mula tanah tersebut. “Lah, makanya mulai tahun 1948 tanah itulah dikuasai oleh gogol banar barat jadi tanah itu bukan tanah desa namanya tanah hak desa maka dari itu lamanya jadi sejarah, sekian puluh tahun yang menguasai warga gogol banar. Pada waktu orang grogol itu jual tanah sawahnya, dusun Banar ini kalau tidak salah dikasih 75 juta sama warga gogol bendo tapi sini (Kepala Desa Banar, red) tidak pernah menandatangani jual beli, karena apa? Karena ada gambar di persil 17 itu tidak ada leter C-nya. Saat itu saya barusan menjadi kepala desa tanggal 20 Bulan 11 tahun 2007, terjadinya itu (transaksi jual beli tanah, red) tahun 2008 kemudian Pak Mudin, Kholik itu disuruh orang gogol berhubungan dengan pihak pembeli, dan keuangan itu tidak masuk kepemerintahan desa namun masuk ke kas pedukuhan dibuat untuk masjid sama saluran sisa itu kalau tidak salah 19 juta. Lebih jelas Tanya ke H. Kholik,” dalih Alfadhi.

Baca Juga :  Korupsi PTSA Jalupang: Sejumlah Pejabat Dinas Cipta Karya Karawang Terancam Masuk Penjarah

Disisi lain, Mudin Kholik tak mengelak. Ia membenarkan kejadian tersebut sesuai yang jelaskan mantan Kepala Desa Pilang, H. Alfadi,” itu zaman dahulu mas, manya ini maunya apa tanya tanya itu, ini sudah saya anggap selesai, jangan diungkit lagi, nanti malah jadi rumit, waktu itu saya masih dinas dipemdes Pilang, uangnya itu dijadikan pembangunan didusun ini, seperti renovasi balai RW, bangun plengsengan, buat bantu masjid, hiburan wayang, dan juga Kas Desa. Kalau ini diungkit dan jadi masalah, nanti biar anak saya yang Sarjana Hukum yang ngurusi.

(bw/dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here