Dugaan Gunakan Ijazah Palsu di RSUD Paritmalintang Padang Pariaman, Direkturnya Menghindar

0
734

Padang Pariaman-Zonadinamikanews.com.Menindak lanjuti akan pemberitaan media ini terkait oknum inisial R E di bagian IGD dan HRA bagian ITRS yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Paritmalintang Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat,yang diduga melakukan pemalsuan dokumen negara demi mendapatkan pekerjaan, agaknya kuat dugaan dilindungi oknum pejabat, khususnya di lingkungan RSUD.

Kedua oknum tersebut diduga telah melanggar pasal 69 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur bahwa “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Munculnya dugaan penggunaan ijazah palsu, agaknya membuat salah seorang oknum pejabat dibagian humas Pemkab Padang Pariaman, merasa was-was dan berusaha meredam wartawan agar pemeberitaannya tidak perlu di kembangkan dengan alasan, bahwa sang direktur RSUD tersebut masih ada hubungan keluarga dengan dirinya.

“Tolong hendeal dulu pak karena direktur itu masih ada hubungan keluarga sama saya”pesanya pada wartawan media ini pada minggu malam 23/8/2020  melaluai telepon selulernya.

Senen 24/8/2020 wartawan kembali mencoba mengubungi lewat teleponnya oknum pejabat dibagian humas padang pariaman tersebut menjawab “Ngak apa-apa”

Sementara itu kadis kesehatan Padang Pariaman di konfirmasia ulang terkait dengan hasil pemberitaan berusaha mengelak dengan tegas belum bisa menindak lanjuti hasil temuan karena sibukan menanganin masalah Covid 19.

Untuk diketahui, oknum inisial R E di bagian IGD dan HRA bagian ITRS yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Paritmalintang Padang Pariaman, diketahui tidak perna lulus sekolah dasar (SD), namun diloloskan oleh oknum pejabat untuk menjadi tenaga honorer dengan memakai ijazah pinjaman milik orang lain, dengan tingkat pendidikan di atas sekolah dasar.

Baca Juga :  LSM GARUDA NASIONAL Akan Laporkan PT.ATR Pada Penegak Hukum.

Sayang, hingga berita berita ini muncul kembali, sang direktur RSUD Padang Pariaman, berusaha menghindar dengan memutus komunikasi dengan wartawan,melalui dugaan pemblokiran nomor telepon.

 

 ( ZUL NASRI TANJUNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here