Melawan Covid-19 dengan Kesadara dan Kepedulian

0
255

Oleh : Habibullah Harahap

Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19 pertama kali ditemukan dikota Wuhan, provinsi Hubei, Cina. Virus corona merupakan  sejenis virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti  Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Covid-19 pada umumnya memiliki gejala  seperti demam, batuk kering, dan merasa lelah pada tubuh.

Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO (World Health Organization) masa inkubasi virus corona bervariasi antara 2-14 hari setelah terkena virus, dan  adanya kemungkinan orang yang terinfeksi covid-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan.

Keberadaan covid-19 sudah menyebar hampir diseluruh dunia sehingga beberapa negara membatasi keluar masuknya orang dan hampir melumpuhkan perekonomian negara-negara yang terkena dampak virus corona termasuk Indonesia. Penyebaran covid-19 di indonesia terus mengalami kenaikan. Data terakhir yang di update oleh gugus terdepan  penangan covid-19 pada tanggal 24\7  sudah mencapai positif  95.418, bahkan kasus positif covid-19 diindonesia telah melampaui kasus dicina dan mesir.

Dampak pandemi covid-19 diindonesia selain berdampak pada bidang perekonomian juga berdampak pada bidang  kesehatan  masyarakat, dan pendidikan . Berkaitan dengan itu dalam mencegah penyebaran virus corona,  pemerintah terpaksa menutupan sekolah-sekolah.

Sebagai gantinya pemerintah memindahkan proses belajar dari sekolah  menjadi dirumah dengan melaksanakan pembelajaran  Daring Untuk mengganti proses belajar-mengajar secara tatap muka.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak bulan  maret sampai dengan saat ini, bahkan dikhawatirlkan kondisi itu akan berlangsung hingga akhir tahun. Bisa-bisa proses belajar mengajar menggunakan  sistem daring juga diterapkan ditahun yang akan datang mengingat  pandemi virus corona belum menunjukkan penurunan.

Baca Juga :  Mengungkap Fakta Dalam Berita

Parah memang, dampak dari virus Covid 19 semua bidang kehidupan terasa lumpuh, terutama bidang pendidikan. Sistem pembelajaran kurang efektif. Pasalnya, sistem pembelajaran yang diterapkan masa pendemi ini tidak bisa dilakukan oleh semua lembaga pendidikan dikarenakan terbatasnya sumber daya manusia terutama sekolah-sekolah yang jauh dari perkotaan.

Mengatasi dan Melawan virus Corona.

Jadi untuk  menetralisasikan kembali kehidupan yang normal ditengah-tengah masyarakat dan mengefektifkan kembali proses belajar mengajar  disekolah tidak lain hanya perang dengan covid-19. Seluruh masyarakat harus bersatu dan sependapat menyikapi Covid 19.

Pemerintah sudah mencari dan melaksanakan solusi cara menghambat penyebaran virus Covid 19.  Mulai dari menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota-kota yang dinilai penyebaran virusnya cepat berkembang. Bahkan, menerapkan lockdown kepada masyarakat.

Terkait dengan pelaksanaan upaya pencegahan tersebut kita ketahui pemerintah mengeluarkan dana cukup beasar, bahkan bisa dikatakan penggunaan dana negara tersebut mengakibatkan keuangan negara terancam devisit. Hal itu, diketahui dari pemberitaan media bahwa banyak program-program pemerintah yang disusun sebelumnya di kurangi.

Sungguh ironis, bila masyarakat dan pihak lainnya kurang peduli dan tanggap terhadap apa yang dibuat pemerintah untuk melawan virus Corona. Selain, mengancam jiwa, virus yang mematikan itu juga ternyata merusak sistem perekonomian dan sistem bidang lainnya.

Kesadaran dan kepedulian bersama baik itu pemerintah sebagai panutan masyarakat dalam menjalankan upaya-upaya dan masyarakat sebagai objek pelaksanakan upaya-upaya pencegahan Covid 19 sangatlah dibutuhkan.

Memang, terlihat dilapangan tidak sedikit masyarakat yang terkesan kurang melaksanakan aturan pencegahan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Tapi, hal itu menurut penulis terkesan terjadi akibat kurang konsistennya pemerintah dalam menjalankan aturan-aturan yang dibuat, seperti di daerah-daerah tidak sedikit kepala pemerintahannya melakukan pertemuan-pertemuan tatap muka.

Baca Juga :  Pentingnya Membuka Aura Dengan Mandi Ruwatan

Sementara, masyarakat tidak tahu pertemuan-pertemuan yang di lakukan mengikuti protokoler kesehatan, yang tahu masyarakat pemimpin berkumpul berarti kondisi sudah aman dan bisa beraktivitas normal.

Kesadaran dan dan kepedulian semua pihak  ditambah doa dengan apa yang telah kita lakukan merupakan senjata ampuh untuk mengatasi dan melawan virus Corona. Semoga virus Covid 19 berlalu dari kehidupan bangsa besar ini.

(Penulis adalah seorang mahasiswa UIN-Sumatera Utara, Fakultas Syariah dan Hukum Semester 7 Prodi Hukum Pidana Islam) Alamat jl. Pembangunan sei sentosa Kec. Panai hulu, Kab. Labuhan batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here