Puluhan Organisasi Kristen Kota Depok Sampaikan Pernyataan Terkait Raperda Depok Kota Religius

0
202

Depok-ZonadinamikaNews.com.Lembaga dan Organisasi Kristen di Kota Depok ,Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia(PGI) setempat kota Depok, Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Cabang kota Depok, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Depok, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Depok, Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Cilodong Depok dan  lainnya gelar  konfrensi pers  sepakat menyatakan bersama dan memberikan aspirasinya terkait Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda) Depok Kota Religius,Rabu ( 22/7/2020) di Zegen Huis Jln. Mawar Pancoran Mas Depok.

Konfrensi pers ini dihadiri oleh Ketua Umum PGIS Pdt. Bebalazi Zega S.Th, MMin,wakil ketua 1 Pdt. Linda Purba, wakil ketua 3 Romy Palit MTh, Ketua DPC PIKI Depok Mangaranap Sinaga SE.MH,Sekretaris PIKI Boy Loen SE,MM, Ketua Bamagnas Kota Depok Pdt. Steven Hutabarat STh, MPM, Ketua GAMKI Kota Depok Ferry Siburian MPd, sekretaris GAMKI Perayun SPd, Ketua GMAHK Cilodong Leo Pinem SE, Ketua PWKI Teosye Leander,Sekretaris PWKI Endang, Pengurus GMKI Devi beserta jajarannya serta sejumlah awak media.

Dalam jumpa pers ,Ketua Umum PGIS Bebalazi Zega mengatakan ,bahwa PGIS menyampaikan pernyataan terkait Raperda Depok Kota Religius, berbicara tentang kata religius, PGIS tidak alergi dengan kata itu justru mengharapkan seluruh umat harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan.

” Menurut kami Raperda ini belum dibutuhkan rakyat Kota Depok dan kami sudah menyampaikan pandangan kami kepada Fraksi  PKS di DPRD  atas undangannya dan sudah hadir bertemu bersama serta kepada Fraksi PSI juga sudah disampaikan dan beberapa partai lain yang sudah kita surati seperti Fraksi PDIP dan Demokrat , namun tidak direspon ,” terangnya.

Tambahnya,” PGI-S adalah lembaga keagamaan yang berdiri sendiri dan tidak berafiliasi dengan partai manapun sesuai tema tahun ini menjadi sahabat bagi semua maka kita mau menjadi sahabat bagi semua pihak dan disini kami sampaikan pernyataan tertulis kami,” papar Bebalazi.

Baca Juga :  Peduli Insan Pers,, Fadli Kaukubi SH Bagikan Paket Sembako ke Pokja.

Ketua PIKI Depok Mangaranap Sinaga juga menyampaikan bahwa Raperda Depok Kota Religius belum menjadi kebutuhan rakyat Depok. ” Kita setuju dengan religius yang kita TIDAK SETUJU adalah PERDAnya, sesuai dengan Visi Misi kota Depok Unggul Nyaman Religius dan ini tidak dipisah-pisah tapi menjadi kesatuan,” tuturnya.

Lanjutnya, Raperda harus berisi sesuai kaidah perundang-undangan sesuai UU No. 12 pasal 5 yang isinya: dalam membentuk Peraturan Perundang-undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang baik meliputi; kejelasan tujuan, kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat, kesesuaian antara jenis,hierarki, materi muatan, dapat dilaksanakan, berdayagunaan dan kehasilgunaan, kejelasan rumusan dan keterbukaan. Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah fokus dan keseriusan dalam penanganan Covid19 , yang jelas- jelas inilah saat ini yang paling dibutuhkan rakyat Depok jadi berharap agar Raperda ini untuk saat ini tidak perlu dibicarakan dan dibahas.” Harapan kami Pemerintah Kota Depok dapat menunda ataupun mengkaji ulang bahkan menghentikan pembahasan Raperda ini, sehingga tidak membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan di kota kita ini ” jelasnya.

Senada dengan hal itu Ketua Bamagnas Steven Hutabarat mengatakan,” Kita sepakat bahwa jangan sampai Perda yang diajukan membuat kebingungan, itu sebabnya kita Sepakat membuat pernyataan bersama bahwa Perda Religius untuk saat ini belum dibutuhkan masyarakat kota Depok yang justru dibutuhkan saat ini adalah Perda yang bersifat urgensi yang lebih dibutuhkan seperti undang-undang penanganan covid19,” tuturnya.

Leo Pinem ketua GMAHK Cilodong juga turut menyampaikan,” Belum saatnya kita masuk pada Perda Religius, setuju harus religius tapi aturan-aturan dan teknisnya tidak perlu diPerdakan, kemajemukan harus kita kawal dan dijaga agar kota kita menjadi harmonis dan dinamis jika visi misi berjalan dengan satu kesatuan maka kesejahteraan kota Depok pasti tercapai,” terangnya.

Baca Juga :  HIMANA Ende Mendukung Pembangunan Waduk Lambo

Demikian juga hal senada disampaikan Teosye Leander Ketua PWKI kota Depok, Ferry Siburian Ketua GAMKI kota Depok menyatakan hal yang sama , bahwa Raperda Depok Kota Religius belum menjadi kebutuhan rakyat Depok.

(Des-ish)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here