Pengusaha Sawit Serobot dan Rusak Tanaman Warga Kotawaringin Timur Minta di Hukum

0
433

Kotawaringin Timur-ZonadinamikaNews.com.Dugaan
Penyerobotan / Pengerusakan
Tanaman Karet,Rotan dan Buah-buahan,yang terjadi pada bulan tahun 2020 diwilayah Sungai Betung di Desa Tumbang Kalang kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Perusakan atau penyerobotan ini diduga dilakukan oleh Perusahan Perkebunan Kelapa Sawit PT.Bangkitgiat Usaha Mandiri yang telah menimbulkan Kerugian Materil dan Moril terhadap Kelis yang telah menguasai dan mengusahai tanahnya secara Turun-temurun dan mengakibatkan Kelis harus kehilangan sumber mata pencarian seperti berladang berkebun dan lain-lainya. dan Kelis berharap kepada pemerintah untuk memproses secara hukum, harap kelis selaku pemilik lahan.

Menanggapi peristiwa ini, M.Abadi ketua fraksi PKB sangat menyangkan apa yng dilakukan perusahan perkebunan seharusnya jika mengacu dengan
KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 357/Kpts/HK.350/5/2002 TENTANG
PEDOMAN PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN

Pasal 8

(1) Setiap pengembangan usaha perkebunan harus mengikut sertakan masyarakat petani perkebunan.

(2) Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan dalam berbagai pola, antara lain :
Hurup ( D). Pola BOT (Build, Operate and Transfer), yaitu pola pengembangan dimana pembangunan dan pengoperasian dilakukan oleh investor/perusahaan yang kemudian pada waktu tertentu seluruhnya dialihkan kepada koperasi.
Hurup ( F ). Pola-pola pengembangan lainnya yang saling menguntungkan, memperkuat, membutuhkan antara petani pekebun dengan perusahaan perkebunan.

Pasal 19

(1) Perusahaan perkebunan yang telah memperoleh izin usaha perkebunan wajib:
Hurup (f). Menumbuhkan dan memberdayakan masyarakat/koperasi setempat.

Menurut m.abadi seharusnya pihak perusahan melaksankan kewajiban seperti yng tertuang pada pasal 19 hurup f memberdayakan masyarakat dan koperasi setempat jangan justru menghantam tanah tanah masyarakat…saya berharap kepada pmrintah daerah agar mnindak tgas berupa sanksi pencabutan ijin usaha perkebunan kepada perushan perkebunan seperti dan mengecek berkaitan kewajibn plasma aturannya sangat jelas sanksinya didalm pasal 21 permentan nmor 357/kpts/hk.350/5/tahun 2002

Baca Juga :  Polemik Anggaran DD 2019 Desa Rengasdengklok Utara,Camat Serahkan Pada DPMPD

Pasal 21

Perusahaan perkebunan yang telah memiliki izin usaha perkebunan tetapi tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) huruf a, b, d, F, dan g dan ayat (2) diberikan 1 (satu) kali peringatan tertulis , dan apabila setelah 6 (enam) bulan sejak diberi peringatan tertulis tidak memenuhi kewajibannya dapat dikenakan pencabutan izin usaha perkebunan.

Sya harap pemrintah harus berani tegas apabila mmng benar2 mmkirkan nasib masyarakat kerna permntan tahun 2002 sangat jelas….
Yang merupakan amanah dari
TAPMPR NOMOR XVI/MPR/1998 TAHUN 1998 TENTANG POLITIK EKONOMI DALAM RANGKA DEMOKRASI EKONOMI

Pasal 1
Politik Ekonomi dalam Ketetapan ini mencakup kebijaksanaan strategi dan pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional sebagai perwujudan dari prinsip-prinsip dasar Demokrasi Ekonomi yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 UndangUndang Dasar 1945.

Pasal 7
(1) Pengelolaan dan pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lainnya harus dilaksanakan secara adil dengan menghilangkan segala bentuk pemusatan penguasaan dan pemilikan dalam rangka pengembangan kemampuan ekonomi usaha kecil, menengah dan koperasi serta masyarakat luas.

(2) Tanah sebagai basis usaha pertanian harus diutamakan penggunaannya bagi pertumbuhan pertanian rakyat yang mampu melibatkan serta memberi sebesar-besar kemakmuran bagi usaha tani kecil, menengah dan koperasi.

Pasal 14

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mendorong dan mengawasi pelaksanaan politik ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Ketetapan ini dalam rangka terwujudnya keadilan ekonomi yang dirasakan kemanfaatannya dan dinikmati oleh rakyat banyak.(zdn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here