LSM LPAKN RI Madina Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Kades Huta Damai ke Polda Sumut

0
513

Sumut-ZonadinamikaNews.com. Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia ( LPAKN RI) Kabupaten Mandailing Natal resmi melaporkan dugaan praktek korupsi atas penggunaan Dana Desa di Desa Huta Damai Kecamatan Panyabungan ke Polda Sumatera Utara.

“Hari ini 2 Juli, kita sudah resmi membuka laporan ke Polda Sumut atas dugaan korupsi Dana Desa tahun 2019 kata Rispan Saputra S.ag selaku sekretaris LSM LPAKN, Tumpal Simamora yang juga merasa jadi korban atas dugaan korupsi ini ikut melaporkan”

Rispan Saputra menambahkan,dalam laporan ini kita juga melampirkan dokumen pendukung dugaan korupsi tersebut, biar penegak hukum yang bertindak sesuai tupoksinya, dan dalam laporan ini, kita akan tetap kawal sampai tuntas hingga membuat efek jerah kepada para terduga pelaku korupsi.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Tumpal Simamora mantan sekdes yang di pecat oleh Albert sebagai kepala desa Huta Damai Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal,bahwa dirinya siap selalu mengumpulkan data data yang perlukan penegak hukum dalam dugaan korupsi DD ini, karena saya tahu perjalanan beliau sebagai kades.

“Ya kami sudah resmi melaporkan Albert PS selaku kepala Desa Huta Damai ke Polda Sumut atas dugaan korupsi, semoga pihak kepolisian bergerak cepat dan saya siap untuk diminta keterangan bila diperlukan, karena memang dalam kasus ini, saya tergolong jadi korban” Tegas Simamora.

Simamora merasa bahwa ada Tanda tangannya yang dipalsukan di SPJ Dana Desa tahun 2017, kejahatan dia itu juga sangat dalam, honor saya saja sebagai sekdes sampai sekarang tidak perna di bayar, perlu di ketahui SK pengangkatan saya sebagai sekdes masi berlaku sampai sekarang dan tidak perna ada surat pengguguran SK Sekdes.

Baca Juga :  Program Rutilahu Mulai Menuai Keluhan dari Masyarkat

Sampai sekarang tidak ada itikat baik dari Kades, jangan merasa sudah kebal hukum, tidak ada kebal hukum di negeri ini,jangan sok berasa hebat semua sama dimata hukum,saatnya saya melakukan perlawanan hukum pada beliau yang merasa hebat, tegas Tumpal Simamora.

Seperti dibertakan sebelumnya, dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala desa Huta Damai Kecamatan Panyabungan Utara terkait dugaan mark up dan kegiatan fiktif terhadap kegiatan dari anggaran Dana Desa tahun 2019.

Tumpukan persoalan yang ditimbulkan oleh kepala Desa, selain dugaan mark up dan dugaan fiktif Dana Desa, juga sejumlah masyarakat kecewa atas keputusan yang dibuat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dalam pandemi covid-19, kini dugaan korupsi juga di sorot oleh mantan anak buahnya, sehingga masyarakat perna mendemo sang kades, beber Simamora.

Simamora menduga keras bahwa Albert Paulus melakukan indikasi korupsi, Oleh itulah dirinya berharap agar penegak hukum harus turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap aloasi dana desa Huta Damai Panyabungan Utara, Simamora juga merasa ketidak transfaran sang kades dalam penggunaan dana desa.

“Ini SPJ sangat bertolak belakang dengan fakta dilapangan, jangan-jangan kades bermain dengan inspektorat sehingga memuluskan hasil pemeriksaan” Kata Simamora.

Sehingga tindakan sang kades sangat disayangkan oleh Simamora yang merasa orang lain dianggap boneka yang tak perlu di anggap diskusi.

Hasil wawancara media ini pad sejumlah masyarkat tentang penggunaan dana desa tahun 2019, sejumlah sumber mengaku banyak kejanggalan terkait alokasi DD tahun anggaran 2019 banyak di selewengkan.

Sejumlah kegiatan yang rawan dikorupsi oleh oknum kades seperti pembangunan sumur gali tidak terealisasi dengan anggran Rp 40.000.000 selain itu pengadaan lampu jalan 14 titik dan yang di pasang hanya 6.

Baca Juga :  Markas Togel Akan Segera Di Tertibkan

Aparatur desa Saut Simanjuntak dari lampu dari 14 titik dan terealisasi hanya 6 titik tersebut dengan anggran Rp 6.500.000, secara matematika yang  8 titik  yang tidak terpasang dikalu Rp.6.500.000 sisa anggaran Rp.52.000.000 ini yang di duga fiktip alias tidak di kerjakan, selain itu pemasangan poskamling dengan anggran Rp.15.000.000 dan hanya di pasang 1 titik selain itu pemberdayaan bola volly dengan Rp.3.200.000 yang terealisasi hanya satu.beber Tumpal Simamora

(Faisal Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here