LSM GPRI DPD Sumut “Kawal Dana Pendidikan Dari Oknum Mental Maling”

0
386

Sumut-ZonadinamikaNews.com.Dunia pendidikan masih masuk kategori rawan praktek korupsi dan pungutan liar, apalagi saat ini susasana penerimaan baru.praktek pungutan liar dengan berbagai dalil masih menimpah anak didik.Dunia pendidik tercoreng tidak lain karena oknum pendidik itu sendiri. Komite sekolah kerap dikedepankan sebagai alat penarik bentuk dana dari ortu siswa.

Perjalanan dunia pendidikan ini masih kerap di jadikan ajang fatgulifat oleh sejumlah oknum pendidik, guna menarik dana dari sejumlah orang tua murid. Dengan dalil hasil rapat orang tua murid dengan komite, hal itu dilakukan guna menutupi acting para oknum kepala sekolah bahwa pungutan atau penarikan uang itu bukan dari sekolah tapi dari kesepatan komite sekolah dengan ortu murid, padahal uang itu untuk kegiatan sekolah.

Hal itu ditegaskan oleh Jhon Feteri Girsang selaku ketua Dewan Perwakilan Daerah LSM GPRI Sumatera Utara pada media ini, seraya mengatakan, rawanya penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memaksa para aktifis melakukan koreksi yang pro aktif untuk para oknum pendidik, karena masih banyak oknum pendidik yang bermental maling uang pendidikan dengan modus operandi mark up biaya kegiatan sekolah.

Jhon Girsang lebih jauh menambahkan, indikasi ini bukan cuma hasil temuan para aktifis dan wartawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan praktik korupsi anggaran pendidikan masih saja terjadi oleh sejumlah oknum di daerah. Salah satu bentuknya lewat praktik ‘minta jatah’ dari dana BOS yang diterima sekolah.

Dia menjelaskan setelah reformasi, pengelolaan pendidikan tidak lagi hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan lebih kepada pemerintah masing-masing daerah. Hal itu dilakukan demi meningkatnya pelayanan dan mendekatkan Pemerintah dengan masyarakat.

Baca Juga :  Mengaku Wartawan, Kades Wonoayu Terancam Dipidanakan

Walaupun penyaluran dana BOS yang sudah diupayakan tepat dan cermat tersebut tidak terlepas dari praktik korupsi. Sebab masih ada saja oknum di daerah yang mengambil jatah dari anggaran tersebut, Sri Mulyani menyebut bahwa praktik minta jatah, ketika dana BOS sampai ke sekolah penerima kerap terjadi.

Oleh karena itu, kami dari LSM GPRI DPD Sumut akan melakukan pengintaian bagi para oknum pendidik, juga akan pro aktif melakukan kroscek ke lapangan terkait penggunaan dana BOS di sekolah khususnya si Sumatera Utara, dan bila indikasi penyimpangan itu terjadi, kami dari LSM GPRI DPD Sumut tidak akan sengan-sengan melaporkan dugaan korupsi tersebut pada pihak penegak hukum.tegas Jhon Girsang di Medan.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here