Kapolda Metro: Jhon Kei Perintahkan Nus Kei,ER,YDR Untuk Membunuh

0
294

Jakarta-ZonadinamikaNews.com.Satgas Anti-Begal dan Premanisme Polda Metro Jaya menangkap John Kei (JK) dan kelompoknya di Perumahan Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (21/6/2020) pukul 23.00 WIB malam. Penangkapan ini dilakukan setelah kelompok tersebut terlibat pembunuhan di Cengkareng, Jakarta Barat. Diduga karena pembagian tidak merata.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, penangkapan terhadap John Kei buntut aksi ricuh di perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia.

“Kami mengamankan JK berserta kelompoknya 24 orang dan 3 DPO,” ujar Irjen Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2019).

Usai menangkap sejumlah pelaku kata Irjen Nana, pihaknya mengusut keterlibatan John Kei. Keterlibatan John Kei terbongkar setelah polisi memeriksa ponsel anak buahnya.

Isi percakapan tersebut, kata Irjen Nana, John Kei memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Nus Kei dan anggota Nus Kei yang berinisial ER.

“Kita membuka HP pelaku ini, dimana ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator dari pemufakatan jahat adanya perencanaan pembunuhan terhadap Nus kei dan ER atau YDR,” katanya.

Perintah tersebut bukan tanpa alasan. Menurut pengakuan, John Kei kecewa atas tidak meratanya pembagian uang hasil penjualan tanah oleh Nus Kei.

“Ini berlandaskan masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah,” jelasnya.

Menurut Irjen Nana, penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok John Kei, berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei yang terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
“Satu orang meninggal dunia atas nama ER, yang bersangkutan meninggal karena luka bacok di beberapa tempat,” katanya.

Pada hari yang sama, selain melakukan penyerangan di Cengkareng, kelompok John Kei juga menyerang kawasan Green Lake City di Tangerang Kota. Akibatnya, dua orang dilaporkan terluka.

Baca Juga :  Curanmor di Jalinsum Babak Belur Diamuk Massa Hingga Kritis

Jejak John Kei
Bukan kali ini saja John Kei terlibat dalam suatu kasus. John memulai aksinya pada tahun 1992 silam, saat masih berumur 23 tahun. Ketika itu, ia menjadi salah seorang security di hostel dan kafe di Jalan Jaksa, Jakarta.

Ketika sedang menjalankan tugasnya terjadi keributan.
Beberapa tahun lalu, John Kei juga pernah divonis 12 tahun penjara terkait kasus pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung.

Kasus tersebut, menjadi salah satu kasus yang membuat nama John Kei melambung di ranah kriminalitas. Ia akhirnya dipenjara, dan sempat berpindah tempat. John Kei berakhir di Nusakambangan, rutan yang dikenal sebagai rutan ‘kelas kakap’.

Bebas bersyarat
John Kei menghirup udara bebas pada Kamis (26/12/2019). John Kei mendapatkan pembebasan bersyarat berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019 tanggal 23 Desember 2019. Bagaimana status bebas bersyarat ini?
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus penganiyaan saat ini. “Ini masih dalam pemeriksaan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Rika Aprianti mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi antara Balai Pemasyarakatan dan pihak Kepolisian terkait penangkapan John Kei.

Diketahui, John Kei saat ini berstatus narapidana bebas bersyarat terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung.
“Kita tunggu proses atau hasil koordinasi dari PK (Pembimbing Kemasyarakatan) Balai Pemasyarakatan yang melakukan bimbingan dan pengawasan selama John Kei menjadi klien pemasyarakatan dalam program pembebasan bersyaratnya,” ujar Rika saat dihubungi.

Rika menuturkan, keputusan atas status bersyarat tersebut akan bergantung pada hasil koordinasi antara Balai Pemasyarakatan dan Kepolisian. Para narapidana yang berstatus bebas bersyarat dapat dijebloskan kembali ke penjara bila terbukti kembali melakukan tindak pidana.

Baca Juga :  Diduga Sering Memeras Bos Karaoke, Bareskrim Usut Terus Kasus AKBP PN lainya

Namun, Rika menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi untuk berbicara soal kemungkinan pencabutan status bebas bersyarat tersebut.

“Untuk klien pemasyarakatan secara umum yang melakukan pelanggaran tindak pidana, hak integrasinya akan dicabut, pembebasan bersayatnya. Menyelesaikan hukuman pidana ditambah tindak pidana yang baru,” tukasnya.(parda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here