Simamora Bongkar Dosa Dugaan Korupsi Albert PS Kades Huta Damai Panyabungan Utara Madina.

0
1029

MADINA-ZonadinamikaNews.com.Tumpal Simamora mantan sekretaris desa Huta Damai Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal, 25/6 mengaku kedatangan dua orang tamu tak di undang, tamu tersebut juga mengaku suruhan Albert PS selaku Kepala Desa Huta Damai Albert Paulus, Setelah Tumpal mengetahui suruhan Albert, Tumpal Simamora tidak melayani tamu tersebut dan langsung ditinggalkan dengan alasan mau kerja.

Ditanya kenapa tidak mau melayani, Simamora beralasan dirinya tidak butuh orang suruhan itu, dirinya hanya butuh Kades yang datang dan harus jentlemen menghadap dirinya.”Saya mau kepala desa yang datang langsung kepada saya, bukan orang lain” Tegas Tumpal Simamora.

Saya sangat tersakiti oleh kepala desa, dan saya tidak nyangka bila Albert selaku kepala Desa berbuat sejahat itu pada saya, hingga dari munculnya tanda tangan palsu di SPJ tahun 2017 hingga tidak dibayarnya honor saya, pemecatan yang tidak jelas dasar hukumnya.

Perlu diketahui kata Tumpal Simamora, saat pencalonan Albert PS dalam pemilihan kepala Desa tahun 2017, saya ini adalah merupakan tim sukses, pencalonan dirinya sebagai kepala desa sebagai batu loncaran untuk mencalonkan dirinya kelak jad anggota DPRD. Seiring berjalanya kepemimpinan Albert sebagai kepala Desa dan saya sekdes, suatu ketika Kades ada acara selama 7 hari ke kota Medan, dan beliau menyerahkan tugas Kades pada saya.

Tiga hari kemudian Bapak Camat Panyabungan Utara yang dijabat oleh Hapis menepon saya untuk menghadap camat. Saat ketemu Camat tiba-tiba Camat nanya “kenapa kamu lemas” lalu saya jawab, bagaimana tidak lemas, honor saya belum dibayar bayar oleh bapak” saya jawab begitu.

Namun Pak Camat spontan menjawab, “kenapa belum terima honor, Dana Desa sudah cair, terang Simamora menirukan pengakuan Hapis.Setelah dapat kabar dari camat bahwa Dana Desa sudah cair, lalu saya telepon Albert dan saya tanyakan “Apa maksud bapak tidak membayar bayar honor saya, sementara kata pak Camat bahwa dana desa ternyata sudah cair” saat itu kades belepoton menjawab.

Baca Juga :  Ahli Waris : Saya Heran Tidak Bisa Difahami Surat Kepemilikan Hak Tanah, Bisa Pindah Tangan

Semenjak itu Albert sudah semakin tidak respek sama saya, bahkan setelah saya berkucau di medsos dia makin tidak terimah, bahkan di ancam akan di pecat, ya saya jawab, saya siap dipecat asal sesuai prosedur, terang Tumpal Simamora.Bahkan berkas ini dulu sudah sempat saya bawa ke kejaksaan dan bertemu jaksa bernama Juspin Marbun, dan beliau mengatakan, data ini sudah A1, namun entah kenapa tidak ada tindak lanjut, kabar yang saya dapat Albert dengan jaksa berdamai ratusan juta melalui ajudan Juspin. Kata Tumpal Simamora.

Seiring berjalanya waktu ternyata ada dokumen SPJ 2017 yang muncul dan ada tanda tangan saya, sementara saya tidak perna merasa tanda tangan, artinya Kades diduga telah memalsukan tanda tangan saya, ucap Tumpal Simamora.

Sekarang muncul lagi dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala desa Huta Damai Kecamatan Panyabungan Utara terkait dugaan mark up dan kegiatan fiktif terhadap kegiatan dari anggaran Dana Desa tahun 2019.

Tumpukan persoalan yang ditimbulkan oleh kepala Desa, selain dugaan mark up dan dugaan fiktif Dana Desa, juga sejumlah masyarakat kecewa atas keputusan yang dibuat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dalam pandemi covid-19, kini dugaan korupsi juga di sorot oleh mantan anak buahnya, sehingga masyarakat perna mendemo sang kades, beber Simamora.

Simamora menduga keras bahwa Albert Paulus melakukan indikasi korupsi, Oleh itulah dirinya berharap agar penegak hukum harus turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap aloasi dana desa Huta Damai Panyabungan Utara, Simamora juga merasa ketidak transfaran sang kades dalam penggunaan dana desa.

“Ini SPJ sangat bertolak belakang dengan fakta dilapangan, jangan-jangan kades bermain dengan inspektorat sehingga memuluskan hasil pemeriksaan” Kata Simamora.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi DAK 45 Millyar Ir. Kadarisman & Hj.Usmania Pantas di Penjarah

Sehingga tindakan sang kades sangat disayangkan oleh Simamora yang merasa orang lain dianggap boneka yang tak perlu di anggap diskusi.

Hasil wawancara media ini pad sejumlah masyarkat tentang penggunaan dana desa tahun 2019, sejumlah sumber mengaku banyak kejanggalan terkait alokasi DD tahun anggaran 2019 banyak di selewengkan.

Sejumlah kegiatan yang rawan dikorupsi oleh oknum kades seperti pembangunan sumur gali tidak terealisasi dengan anggran Rp 40.000.000 selain itu pengadaan lampu jalan 14 titik dan yang di pasang hanya 6.

Aparatur desa Saut Simanjuntak dari lampu dari 14 titik dan terealisasi hanya 6 titik tersebut dengan anggran Rp 6.500.000, secara matematika yang  8 titik  yang tidak terpasang dikalu Rp.6.500.000 sisa anggaran Rp.52.000.000 ini yang di duga fiktip alias tidak di kerjakan, selain itu pemasangan poskamling dengan anggran Rp.15.000.000 dan hanya di pasang 1 titik selain itu pemberdayaan bola volly dengan Rp.3.200.000 yang terealisasi hanya satu.beber Tumpal Simamora

Albert Paulus Kepala Desa Huta Damai ketika hubungin media ini melalui pesan singka tidak berespon. Sementara Rido Pahlefi Lubis sebagai Camat Penyabungan Utara kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya akan mengupayakan wartawan untuk bisa bertemu dengan Albert Paulus sebagai kades dalam hal untuk klarifikasi langsung.sayang janji itu tidak ditepati hingga sampai saat ini.

(Fasial Haris)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here