Polemik Anggaran DD 2019 Desa Rengasdengklok Utara,Camat Serahkan Pada DPMPD

0
429

Karawang,zonadibamikanews.com : Realisasi anggaran Dana Desa Tahun  2019 Tahap 3 yang diluncurkan ditahun 2020,kini menjadi polemik antara mantan kepala desa dengan kepala desa yang baru.Polemik tersebut terjadi di desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok.Dimana kedua belah pihak saling claim terhadap penggunaan anggaran luncuran tersebut.

Mantan kepala desa Rengasdengklok Utara Dedi Mulyadi,mengklaim bahwa sebagian besar dana luncuran tersebut adalah menjadi haknya.Pasalnya,saat dirinya masih menjabat kades,telah membangun penurapan di dusun Balong jambe.

Pihaknya membangun turap itu,karena emergency dan permintaan dari masyarakat.Sementara anggarannya menggunakan Dana stimulan yang akan dibayarkan ketika anggaran tahap 3 cair.

Sementara menurut sumber yang enggan dipublikasikan namanya,Nana Suryana selaku kades baru tidak mau membayarnya.Pihaknya tetap akan membangun penurapan dari dana luncuran di dusun cikangkung timur,barat dan Balong jambe.

Menyikapi persoalan tersebut membuat camat Rengasdengklok Sri Redjeki bingung,dan menyerahkan persoalan desa Rengasdengklok Utara kepada pihak DPMPD Kabupaten Karawang.

” Ya betul ada persoalan antara kades dengan mantan kades tentang dana luncuran,tapi persoalan tersebut saya serahkan pada DPMPD saja.” Ungkapnya,saat ditemui dikantornya,Senin (8/6/2020).

Dikatakan Sri,kalau memang mantan kades pernah mengerjakan fisik penurapan tersebut buktikan LPJnya.Dan rencananya kades yang baru juga akan mengerjakan penurapan di dusun cikangkung barat dan Balong jambe.

” Anggaran Dana Desa Luncuran dikisaran Rp.500 jutaan lebih,tepatnya saya lupa.” Pungkasnya.(RIS).

Baca Juga :  Bangunan Berlapis 5 Berdiri Di Pejagalan Tanpa Miliki IMB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here