Ormas LAKI: Tangkap dan Penjarahkan Maling Dana Desa Pekan IDI Cut

0
695

Aceh timur-ZonadinamikaNews.com. Penegakan hukum pada perampok uang rakyat melalui praktek dugaan korupsi harus ditegakkan, jangan ada yang main kucing-kucingan, selamatkan uang rakyat dari tangan koruptor, hal itu disampaikan oleh Saiful Anwar ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) dan mendesak aparat hukum yaitu kepolisian Kapolres Aceh Timur untuk segera menindaklanjuti laporan (LAKI) terkait kasus indikasi korupsi dana Gampong Pekan idi cut Kecamatan Darul aman Kabupaten aceh timur. Diduga ada kerugian negara sebesar Rp 400 juta.

“Kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan kasus tersebut, karena kasus ini Anggaran tahun 2017 /2018 terkait pengelolaan dana Gampong Pekan IDI Cut yang di duga dikorupsi Oleh Pj kades merupakan Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan baru diberikan mulai tahun 2015,” kata Ketua laskar antikorupsi indonesia, saiful anwar kepada awak media, minggu (10/5/2020) di Aceh timur.

Selain itu, Saiful Anwar mengatakan bahwa (LAKI) Aceh Timur dari awal sudah menduga penggelolaan dana desa yang besar ini bisa memunculkan pelaku-pelaku korupsi yang baru, kalau sekarang pelaku korupsi dilakukan oleh orang-orang elit, seperti pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan, tapi dengan adanya dana desa, Korupsi sudah bisa dilakukan oleh orang-orang dilevel terendah.

“Sistem pengelolaan dana desa yang langsung ditransfer ke rekening desa (Gampong) harus diubah, karena kalau seperti ini terus dilakukan bisa menjadi celah dalam melakukan tindak pidana korupsi, contohnya dengan adanya kasus yang terjadi di Kampong pekan idi cut,” ujarnya

Saiful anwar juga menjelaskan bahwa seharusnya pola pengelolaan dana tersebut harus membutuhkan dukungan dari tokoh masyarakat desa lainya. Misalnya ketika pengambilan uang di Bank tidak boleh satu atau dua orang, akan tetapi ada beberapa orang yang ikut hadir dalam penarikan uang.

Baca Juga :  Sekjen DPD-GMPK Sumut Minta KPK-RI Usut Dugaan Gratifikasi Di Kabupaten. Nias Utara.

“Kalau bersama-sama mengambil uang, itu menjadi salah satu cara mencegah terjadinya kasus tindak pidana korupsi khususnya terkait pengelolaan dana desa,” ungkapnya

Untuk itu, saiful anwar menambahkan upaya penegakan hukum yang baik bisa menjadi semangat baru dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, Penegakan hukum merupakan kewajiban dari aparat hukum itu sendiri.

“Kami berharap aparat hukum bisa bekerja dengan baik dalam memberantas korupsi di Aceh Timur, tangkap dan penjarahkan maling uang rakyat” Harap saiful.(zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here