Langgar Pedum,ASN di Kemenag Karawang Jadi Pemasok Program Sembako

0
249

Karawang,zonadinamikanews.com : Program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) sejak Januari lalu telah bertransformasi menjadi Program Sembako.Nominal uang yang ditransfer oleh pemerintah kepada tiap KPM pada program BPNT sebesar Rp.110.000.Kini pada program Sembako nominalnya meningkat menjadi Rp.200.000/KPM.

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menggesek ATMnya di e-warong untuk membeli bahan sembako seperti,beras,telur,kacang hijau,daging ayam dan buah-buahan.Mereka dapat bahan sembako tersebut,ketika ATMnya sudah terisi nominal saat di gesek di edc milik e-warong.

Untuk menyuplay kebutuhan KPM, Perum Bulog menggandeng para suplyer untuk mendistribusikan bahan pangan ke setiap e-warong.Namun tidak semua pihak dapat menjadi e-warong,suplyer atau pemasok pada e-warong,salah satunya adalah ASN.

Berdasarkan Pedum Program Sembako tahun 2020 pada Bab Penyiapan e-warong huruf h di jelaskan, untuk ASN.Tenaga Pelaksana Bansos Pangan,baik perseorangan maupun berkelompok membentuk badan usaha,tidak diperbolehkan menjadi e-warong maupun pemasok e-warong.

Namun faktanya berbeda,ada salah seorang ASN yang bekerja pada Kemenag karawang, di duga telah melanggar Pedum Program Sembako dengan menjadi pemasok bahan pangan ke beberapa e-warong di salah satu kecamatan di kabupaten Karawang.

HZ adalah seorang ASN dan owner dari CV.HZM Hilman Putra selaku pemasok program sembako.Dia telah lolos dan menjadi mitra Bulog untuk pendistribusian sembako ke beberapa e-warong.

Sayangnya HZ,saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (4/5/2020).Dirinya enggan memberikan keterangan apapun terkait keterlibatannya sebagai pemasok, hingga berita ini mengudara.(RIS)

Print Friendly, PDF & Email
Baca Juga :  Aroma Korupsi di Dinas BPBD Pemkab Agam Makin Mengkristal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here