Kepsek SMK Setya Dharma Pekanbaru Diduga Tebar Fitna Pada Ortu Murid Yatim

0
956

Pekanbaru-ZonadinamikaNews.com.Merasa boroknya terugkap terkait pungutan liar dengan dalih uang ujian, Rini Junita Kepala Sekolah SMK Setya Dharma Pekanbaru berupaya menyebar dan menuding ortu murid yatim dengan tuduhan menyakitkan dan yang mengaitgaitkan anaknya saat sakit paru-paru basa bahkan pihak sekolah tidak mengetahui bahwa anak tersebut anak Yatim.

Desakan (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau Kaharuddin agar pihak sekolah mengembalikan uang ujian.”Kalau ujian ditiadakan uang yang dipungut sekolah swasta itu harus dikembalikan,” kata Kaharuddin.

Sebab UN sudah ditiadakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI karena persoalan merebaknya virus Corona.

“Ujian kan sudah dibatalkan, dan tidak menjadi syarat kelulusan. Kalau ada sekolah yang memungut uang ujian sebelum ujian berlangsung sebaiknya dikembalikan,” pintanya tegasnya

https://disdik.riau.go.id/home/berita/2103-sekolah-swasta-diminta-mengembalikan-uang-un-yang-terlanjur-dipungut

Melalui Permendikbud Nomor 43 tahun 2019 tentang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN), Mendikbud Nadiem Makarim melarang sekolah dan dinas pendidikan daerah melakukan pungutan biaya Ujian nasional.

Dalam Permendikbud tersebut secara tegas disampaikan biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan UN menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan sekolah.

Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau Satuan Pendidikan tidak diperkenankan memungut biaya pelaksanaan UN dari siswa, orang tua/wali, dan/atau pihak yang membiayai peserta didik.

Rini Junita menanggapi pemberitaan media ini terkait akan pungutan liar tersebut berjanji akan mengembalikan, namun melemparkan tudingan aneh pada seorang ortu murid yang nota bene anak yatim.

Spontan orang tua murid membantah atas tudingan Rini Junita, “Itu semua yangg dikatakan bu Rini tidak benar dan ini fitna” Jawab itu janda tersebut dengan tegas. “Anak saya memang sakit waktu itu dan kena paru paru basah.Saat dia sakit dia disuruh istirahat. Tapi memang saat mau ujian kenaikan kelas, anak saya tidak boleh ikut ujian lagi karena gurunya berdalih alasan sudah banyak ketinggalan pelajaran.

Masa karena anak saya waktu itu sakit paru paru basah dia dicutikan dan tak boleh naik kelas kalaupun mau naik kelas dia harus bayar uang ujian lunas dan harus tiap hari ortu kesekolah antar jemput pelajaran agar dia bisa naik kelas. Sementara anak saya giat atau semangat untuk ikut ujian tai guru guru nyuruh dia cuti mungkin mereka takut kena tular sehingga anak saya harus dicutikan. Tapi mereka beralasan agar dinda banyak istirahat.

Uang sekolah saat kelas dua saya bayar semua yang tidak saya bayar yaitu uang untuk ujian agar dia bisa naik kelas dan kami harus kesekolah tiap hari ngantar jemput lembar pelajaran. Memang jujur tidak saya laksanakan yang dibilang gurunya yaitu harus ngambil lembaran kesekolah dan harus ngantar jemputnya tiap hari dan uang ujianpun tidak saya bayar.

Baca Juga :  Sejumlah Oknum Pejabat PT.Sang Hyang Seri Sertifikatkan Aset Negara Jadi Hak Milik dan di Jual?

Jadi aku dan abangnya serta kakaknya bilang begini: “kalau begitunya ma cara gurunya harus antar jemput tiap hari lembaran soal mata pelajaran biarlah si adek tinggal kelas dan biarlah ngulang lagi. Jadi kamipun dengan anak anak sepakat si dinda ngulang lg krn mmg kereta tdk ada untuk antar jemput soal mata pelajaran. Masa tdk ada disfensasi sedikitpun dari guru kepala kurang ajar tuh.

Jujur dan jelas untuk apa kami bayar uang ujian itu Kan anak kami tidak naik kelas,Anak kamikan ngulang , Klau memang guru kepalanya nuntut harus bayar uang ujian dan uang sekolah 3 bulan lagi saat itu seharusnya anak saya naik kelas dong?
Masa anak yang ngulang harus bayar uang ujian? Itu guru kepalanya tahu tidak apa yang dikatakannya?.

Dan seperti yg dikatakan bu Rini 6 bulan anak kami tidak sekolah itu bohong?? Anak kami hanya dua bulan tidak sekolah dan itupun tidak sekolah karena pihak sekolah yang menyuruh atau membuat dia cuti istirahat karena mungkin mereka takut kena tular.

Dan penunggakan jelas uang sekolah 3 bln dan uang ujian tidak saya bayar dong. Kan ibu itu ngasih dua piliha belum sembuh total. Begeni kata bu Rini dan ada satu lagi bapak entah siapa waktu itu berkata:bu adinds bisa naik kelas tapi dengan syarat setiap hari harus kesekolah ibu atau kakanya antar jemput soal mata pelajaran dan harus membayar uang ujian yang begitu besar jumlahnya. Agar dia bisa naik kls atau dia ngulang aja.

Jadi aku berembuk dengan anak anak lalu kata abangnya begini:oke kalau memang harus disuruh bayar uang ujian biarlah kita bayar tapi janganlah harus kesekolah tiap hari antar jemput mata pelajaran darimana kendaraan mau kesana.

Karena kendala itu, kami ambil pilihan yang ke dua yaitu adindanya ngulang kelas dua lagi.
Nah apakah kami harus bayar uang ujian itu? Gila kali guru kepalanya itu, aku harus bayar uang ujian sementara anaku harus ngulang.

Memang uang sekolah kelas dua dulu ada tiga bulan belum bayar tapi apa itu harus dibayar juga lagi? Sementara anaku ngulang lagi kls dua? Jangan dia katakan mis comunikasi sementara gurunya atau guru kepalanya tidak ada ngomong soal uang sekolah yang belum bayar 3 bulan ituk, Kan gak mungkin mereka bicara itu karena anak saya ngulang lagi kelas 2 dan di kelas 2 kemarin lunas semua uang ujian uang sekolah dan sampai dia kelas tiga ini hanya uang ujian yang 2.600.000 belum lunas yaitu 100 ribu jadi yg sudah saya bayar 2.500.000 dan uang sekolah hanya bulan Afril, mei dan juni yg blm saya bayar.

Baca Juga :  Kasi Intel KeJaksaan: Kepsek SMAN-4 Batam, Akan Kita Serahkan ketipikor

Dan katanya gurunya tidak tahu kalau anak saya itu yatim ,Guru kepala gila dia itu berarti
Orang sekolah hanya 3 tahun kelas satu kelas dua dan kelas tiga. Tapi ini si adinda sekolah 4 tahun karena ngulang lagi.
Dan saat gurunya yaitu bu Astrit yang datang menjenguk adinda kerumah,ibu itu tahu kok kalau dinda itu yatim dan bukan hanya bu Astrit tapi guru yang lain yang sudah cabut dari sekolah itu juga tahu kalau dinda itu yatim yang tidak tahu waktu itu hany bu Yenni karena memang bu Yenni.

Menanggapi pemberitaan media ini, kepala sekolah SMK Setya Dharma berjanji akan mengembalikan.beginin jawab Rini Junita yang berbau fitna pada sala seorang murid yatim.

Akan segera kami kembalikan sesuai prosedur setelah semua anggaran pelaksanaan beberapa ujian yang telah dilaksanakan.terutama bagi siswa yang sudah melunasi 12 org dari 30 orang.karena kami sekolah yang memperhatikan keadaan siswanya.Jawab Rini Junita.

Tapi maaf bapak yth anak yang bapak perjuangan ini juga masih ada tunggakan di sekolah terkait dana yang kami pungut dari ortu siswa.

Seraya mengakui ketidak adanya peri kemanusia terhadap anak yang sakit dan membuat anak tidak naik kelas dengan alasan sakit dan tidak bisa mengikuri ujian. “anak ini tinggal kelas tahun lalu karena sakit paru” 6 bulan tidak sekolah dan tidak mengikuti pelajaran bahkan tugas dan ujian tidak melaksanakan.minta dinaikkan ke kls xii (oleh mamanya).akhirnya setelah diberi pengertian bisa paham dan mengulang kembali di kls XI .dan sekolah tidak memungut se rupiahpun atas masa langkau siswa selama 6 bulan, seharusnya jika masih tercatat sebagai siswa tetap harus menyelesaikan tunggakan yang ada.

Jadi kami selaku pihak sekolah pagam betul anak ini bagaimana.bahkan saat ajukan bantuan ke sebuah yayasan ditolak karena keadaan rumah dan keluarganya tidak termasuk golongan yang berhak dibantu.

Akar dari permasalahannya adalah komunikasi antara siswa ini dengan orang tuanya tidak harmonis /tidak lancar.

Tolong sampaikan hal ini kepada wali yang membiayainya selama ini ya bapak yth.

kwitansi yang bapak kirim ke bendahara sekolah kami yang tidak bertanda rangan penerima dan stempel sekolah.

Untuk pungutan uang ujian kepada siswa sejak oktober sudah kami sampaikan secara lisan maupun surat agar orangtua siswa bisa paham dan bisa MENGANGSUR ,sampai batas waktu yang ditentukan.tapi anak ini sampai batas waktu tidak menyelesaikan tagihan bahkan imbauan sekolah agar mendatangkan orang tua tidak dilaksanakan.sampai akhirnya timbul fitnah pembohongan terhadap kwitansi tanda terima uang sekolah yang dilakukan terakhir kemarin.kami pihal sekolah insyaallah tidak pernah alfa dalam membuat tanda terima di kwitansi tandatangan penerima dan stempel sekolah.

Baca Juga :  Ormas LAKI: Usut Dugaan Mark Up Dana BOS SMAN 1 Peureulak Aceh Timur

Semi anak ini kami tetap berusaha membantu nilainya agar terpenuhi standar nilai dengan menyampaikan kepada walinya agar menjemput dan mengantar tugas yang akan diberikan oleh semua guru mata pelajaran di kelas XI dengan maksud agar anak ini tetap dapat mengikuti pelajara dari rumah.tawaran ini disanggupi oleh mamanya namun tidak pernah melakukannya padahal guru kami sudah meluangkan waktu untuk memberikan materi belajar dan tugas untuk anak ini.rasanya kami pihak sekolah sudah sangat memperhatikan anak ini karena kami menyayanginya.namun pihak orang tua tidak melaksanakan perjanjian ini dan malah protes saat anaknya tinggal kelas dan maksa pihak sekolah agar tetap menaikkan ke kls XII.

itulah sebenarnya yang terjadi pada anak ini.semua guru kami masih ingat akan hal ini. Alhamdulillah kami pihak sekolah selalu menginformasikan secara lisanaypun tulisan kepada siswa terutama kepada orang tua walinya setiap pungutan yang akan kami laksanakan walaupun jumlahnya tidak besar.agar org tua paham .

klo informasi yang langsung saya dapat dari anak ini jauh sebelum keadaan seperti sekarang dia kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.bahkan untuk jajan pun sering tidak ada.bukannya mau pamer bantuan ,kami guru ” ada beberapa kali memberikan jajan .bahkan utk memperbanyak lembar kerja/tugas siswa yang harus diperbanyak oleh masing-masing siswa untuk anak ini kami berikan bantuan dapat memperbayak dengan memakai mesin foto copy sekolah.

Dan saat pembayaran angsuran terakhir oleh mamanya di sekolah,mamanya tetap ngotot bahwa sekolah tidak ada memperhatikan keadaan siswa yang katanya anak yatim .klo tidak ada laporan dari pihak siswa/org tua langsung pihak sekolah akan dapat info dari mana?? kalapun minta keringanan biaya harus ada syarat adm yang harus dipenuhi termasuk info anak yatim dllnya.ini kami pihak sekolah dituding tidak punya hati nurani untuk membantu siswa,padahal info tidak pernah kami dapat.

Jadi klo bapak sudah mengerti ini akan paham jadinya.kami ada uang infaq setiap jumat yang dipungut secara sukarela,dan kami berikan utk membantu uang ujian murid semester siswa dan anak ini termasuk yang pernah menerimanya.karena bergiliran dan rata rata siswa kami dari keluarga menengah kebawah.

Saya tidak akan memperdebatkan ini lagi bapak.semua saya rasa sudah jelas.dan siswa sudah dinyatakan LULUS dan sisa kewajiban yang mash ada akan dikurangi dg pengurangan beban biaya.wassalam.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here