Dalam Pandemi Covid-19, Pihak SMK Setya Dharma Pekanbaru,Berusaha Kuasai Uang Ortu Murid

0
1118

Pekanbaru Riau-ZonadinamikaNews.com.Berbagai cara mulai dilancarkan pihak SMK Setya Dharma Pekanbaru untuk upaya menguasai uang orang tua murid yang sudah terlanjur di pungut untuk biaya ujian,pihak sekolah beralasan untuk bayar SPP dan blangko ijazah yang nota bene gratis dari pemerintah.

Maka jiwa kemanusian oknum kepala sekolah SMK Setya Dharma dan Arya Ardiansyah yang diduga melakukan persekongkolan jahat, dikala sejumlah pihak memberikan bantuan pada masyarakat dalam pandemi covid-19 guna membantu akan kelanjutan kehidupan masyarakat. Namun apa yang terjadi di lingkungan pendidikan ini? Bukan rasa ibah yang muncul namun berusaha menikmati yang bukan haknya dengan aturan yang dibuat-buat.

Azas mamfaat menarik uang dari sejumlah ortu siswa yakni menjual program uang ujian, walaupun Penegasa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau Kaharuddin agar pihak sekolah mengembalikan uang ujian yang ditarik pihak sekolah, seakan tidak respon pihak SMK Setya Dharma.Pihak sekolah seakan berpikir ini hak sekolah, Tindakan ini menunjukkan bahwa mental tidak terpuji sangat kental di benak oknum berlabel pendidik.

Dugaan pengibulan semakin kontras, adapun pengembalian uang ujian yang dipungut tetap tidak dikembalikan tanpa alasan yang jelas, ironisnya pihak sekolah hanya bersedia mengembelikan sebesar Rp.200.000 sebagai uang perpisahan.

Menanggapi pemberitaan media ini pada edisi lalu, kepala sekolah Rini Junita memberikan jawaban dengan alasan akan di kembalikan dengan syarat yang buat pihak sekolah.

Akan segera kami kembalikan sesuai prosedur setelah semua anggaran pelaksanaan beberapa ujian yang telah dilaksanakan.terutama bagi siswa yang sudah melunasi 12 org dari 30 orang.karena kami sekolah yang memperhatikan keadaan siswanya.

Tapi maaf bapak yth anak yang bapak perjuangan ini juga masih ada tunggakan di sekolah terkait dana yang kami pungut dari ortu siswa.

Baca Juga :  Oknum Guru di SMPN Satu Atap dan SMPN 2 Pagar Pinang Bermental Rampok

Anak ini tinggal kelas tahun lalu karena sakit paru” 6 bulan tidak sekolah dan tidak mengikuti pelajaran bahkan tugas dan ujian tidak melaksanakan.minta dinaikkan ke kls XII (oleh mamanya).akhirnya setelah diberi pengertian bisa paham dan mengulang kembali di kls XI .dan sekolah tidak memungut se rupiahpun atas masa siswa selama 6 bulan, seharusnya jika masih tercatat sebagai siswa tetap harus menyelesaikan tunggakan yang ada.

Jadi kami selaku pihak sekolah pagam betul anak ini bagaimana.bahkan saat ajukan bantuan ke sebuah yayasan ditolak karena keadaan rumah dan keluarganya tidak termasuk golongan yang berhak dibantu.

Akar dari permasalahannya adalah komunikasi antara siswa ini dengan orang tuanya tidak harmonis /tidak lancar.

Tolong sampaikan hal ini kepada wali yang membiayainya selama ini ya bapak yth.

kwitansi yang bapak kirim ke bendahara sekolah kami yang tidak bertanda rangan penerima dan stempel sekolah.

Untuk pungutan uang ujian kepada siswa sejak oktober sudah kami sampaikan secara lisan maupun surat agar orangtua siswa bisa paham dan bisa MENGANGSUR ,sampai batas waktu yang ditentukan.tapi anak ini sampai batas waktu tidak menyelesaikan tagihan bahkan imbauan sekolah agar mendatangkan orang tua tidak dilaksanakan.sampai akhirnya timbul fitnah pembohongan terhadap kwitansi tanda terima uang sekolah yang dilakukan terakhir kemarin.kami pihal sekolah insyaallah tidak pernah alfa dalam membuat tanda terima di kwitansi tandatangan penerima dan stempel sekolah.

Semi anak ini kami tetap berusaha membantu nilainya agar terpenuhi standar nilai dengan menyampaikan kepada walinya agar menjemput dan mengantar tugas yang akan diberikan oleh semua guru mata pelajaran di kelas XI dengan maksud agar anak ini tetap dapat mengikuti pelajara dari rumah.tawaran ini disanggupi oleh mamanya namun tidak pernah melakukannya padahal guru kami sudah meluangkan waktu untuk memberikan materi belajar dan tugas untuk anak ini.

Baca Juga :  Dana BOS SMAN 1 Indra Makmu Aceh Timur Dikorupsi?

Rasanya kami pihak sekolah sudah sangat memperhatikan anak ini karena kami menyayanginya.namun pihak orang tua tidak melaksanakan perjanjian ini dan malah protes saat anaknya tinggal kelas dan maksa pihak sekolah agar tetap menaikkan ke kls XII.

itulah sebenarnya yang terjadi pada anak ini.semua guru kami masih ingat akan hal ini. Alhamdulillah kami pihak sekolah selalu menginformasikan secara lisanaypun tulisan kepada siswa terutama kepada orang tua walinya setiap pungutan yang akan kami laksanakan walaupun jumlahnya tidak besar.agar org tua paham .

klo informasi yang langsung saya dapat dari anak ini jauh sebelum keadaan seperti sekarang dia kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.bahkan untuk jajan pun sering tidak ada.bukannya mau pamer bantuan ,kami guru ” ada beberapa kali memberikan jajan .bahkan utk memperbanyak lembar kerja/tugas siswa yang harus diperbanyak oleh masing-masing siswa untuk anak ini kami berikan bantuan dapat memperbayak dengan memakai mesin foto copy sekolah.

Dan saat pembayaran angsuran terakhir oleh mamanya di sekolah,mamanya tetap ngotot bahwa sekolah tidak ada memperhatikan keadaan siswa yang katanya anak yatim .klo tidak ada laporan dari pihak siswa/org tua langsung pihak sekolah akan dapat info dari mana?? kalapun minta keringanan biaya harus ada syarat adm yang harus dipenuhi termasuk info anak yatim dllnya.ini kami pihak sekolah dituding tidak punya hati nurani untuk membantu siswa,padahal info tidak pernah kami dapat.

Jadi klo bapak sudah mengerti ini akan paham jadinya.kami ada uang infaq setiap jumat yang dipungut secara sukarela,dan kami berikan utk membantu uang ujian murid semester siswa dan anak ini termasuk yang pernah menerimanya.karena bergiliran dan rata rata siswa kami dari keluarga menengah kebawah.

Baca Juga :  Distributor PSC Dan Kios SRI TANI Jual Pupuk SP-36 Diatas HET

Saya tidak akan memperdebatkan ini lagi bapak.semua saya rasa sudah jelas.dan siswa sudah dinyatakan LULUS dan sisa kewajiban yang mash ada akan dikurangi denga pengurangan beban biaya.wassalam.papar Rini Junita dengan chat WhatsApp.

Arya Ardiansyah selaku bendahara dan operator sekolah ketika sejumlah murid yang didampingi orang tuanya saat mengambil surat keterangan lulus (SKL) 11/05 berdalih bahwa uang ujian belum bisa dikembalikan dengan alasan masih dalam proses karena masih ada tahapan yang belum selesai yang menyangkut pembayaran,karena pembayaran blangko yang agak mahal dan pembayaran SPP sampai bulan Juni, Soal UKK ini masih di balas apakah dilanjutkan atau nga kita liat nanti, yang lunas sama yang belum lunas sama saja” terang ortu siswa menirukan keterangan Arya. (B)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here