Benarkah, Bansos Covid-19, Dimark-up ?

0
393

Sidoarjo-ZonadinamikaNews.com.
Terkait pendistribusian bantuan sembako dalam program bansos sembako dampak covid 19 Kabupaten Sidoarjo tahun 2020, senilai Rp150ribu dengan anggaran Rp40.5M lebih, lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo beraroma penyimpangan.

Pasalnya, rata rata sembako yang diterima warga ini bisa dikatakan bernilai minus dari anggaran yang dicanangkan, seperti hitungan estimasi harga pengecer pasar klontong lokal, Beras jenis premium, dengan sak polosan tanpa merk dengan berat 5Kg Rp50ribu , dan Gula jenis ravinasi (pasir) bungkus tanpa merk dengan berat 2Kg Rp30ribu, serta 10 bungkus Mie instan (sarimi) Rp 15ribu, Minyak goreng 1Lt Rp 12ribu.

Lebih lanjut, bila di total bantuan sembako tersebut Rp107ribu, ditambah tas paket sembako senilai Rp 3500, total tiap paket memiliki nilai Rp 110 500, masih kelebihan Rp 39 500, dengan target 135 572 Kartu Keluarga (KK), yang dibagikan 2x (bulan berikutnya), total 271 144 paket.

Terkait hal ini Wahyu Subagyo S.sos sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Kabid Sumber daya Sosial dan Penanganan Fakir miskin angkat bicara lewat selularnya,” Semua sudah kami konsultasikan dengan para pihak, dan kita amanah sebagai leading sektornya,” terang Wahyu.

Masih Wahyu,” untuk lebih jelasnya, silahkan saja konfirmasi ke penyedia (rekanan) Cv Nur Mandiri.” tutup Wahyu.

Cv Nur Mandiri dikonfirmasi lewat selularnya, terkait paket bantuan sembako (bansos sembako warga terdampak civid-19) yang menjadi dugaan penyimpangan oleh warga ini, tidak ada respon atau tidak ada jawaban, hingga berita ini diturunkan.
(dr)

Baca Juga :  Pembagunan USB Di Madina Sarat KKN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here