Cacat dan Lansia Hidup di Gubuk Tua Terabaikan Oleh Pemerintah Di Sumut

0
904

Humbanghas-ZonadinamikaNews.com. Dia bernama Timma Boru Tumanggor, tinggal di Desa Sihas Tongah Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara.Bicaranya terbata-bata atau kurang pasip akibat cacat fisik yang dialaminya. Dia hidup menderita dan seakan terlantar.

Untuk kebutuhan sehari-hari kadang makan, kadang tidak, dan setiap pasar buka, Timma Tumanggor mengais makanan ke pasar hasil jualan orang yang sisa yang berjatuhan dipasar, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan lain-lain.

Sekali bisa makan nasi bila ada tetangga yang memiliki beras lebih, bila tidak ada, Timma makan semacam ubi tanpa nasi. Kondisi ini sudah dirasakan bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pihak pemerintah.

Kondisi tubuh Timma Tumaggor sangat menyedihkan karena cacat seperti orang truk, tangan kanan tidak berpungsi dan bicaranya tidak jelas.

Walau hanya berkisar 15 meter dari rumah JH Hasugian selaku kepala desa, namun sang kades seakan tutup mata dan tidak peduli akan kondisi nenek rentah yang tidak perna menikah ini.

Bersyukur suka ada tetangga yang berhati mulya yang sekali kali memberikan beras seadanya untuk di makan, bila tidak ada, Timma harus menahan lapar dan memakan apa adanya yang bisa dimakan untuk menahan lapar.

Wartawan zonadinamikanews.com 20/4/2020 ketika mengunjungi Timma Tumanggor di rumahnya yang sudah reot dan rapuh hasil peninggalan orang tuanya yang berukuran 2×3 meter ini.Kondisi dalam rumah sangat berantakan,tumpukan sampah yang berserakan di depan gubuknya karena Timma sudah tidak mampu untuk mengurus.

Timma tidur di atas tikar yang lapuk dalam rumahnya yang berlantai papan dan tanpa memakai penerangan.Tidur hanya ditamani kekelapan dan nyaringnya suara nyamuk, hal itu dilakoni hingga puluhan tahun tanpa yang perhatian dari pemerintah.

Baca Juga :  Diisukan Salah Satu Pejabat Karawang Berstatus ODP Hembuskan Napas Terakhir

Melihat fakta akan kondisi Timma Tumanggor yang hidup sebatang kara dan tanpa tersentuh bantuan pemerinatah ini, tindakan diam oleh kepala desapun sangat di sayangkan.

Timma mengaku seumurnya hidupnya tidak perna mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan ini bisa dipastikan akan kesalahan fatal oleh JH Hasugian yang menutupi kondisi Timma Tumanggor ke pemerintah.

Salah seorang tetangga Timma mengatakan, kondisi Timma sangat memprihatinkan, tidak ada yang peduli, “Kami tidak bisa berbuat banyak, kalau kami ada beras,kadang kami kasih, tapi tidak bisa rutin, karena kami juga miskin, tapi kenapa kepala desa tidak perna melaporkan kondisi Timma ke pemerintah agar di urus, setidaknya ke pantai jompo atau memberikan bantuan untuk Timma”

(edy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here