Bawaslu Toba Siap Hadapi Tudingan Money Politic Saat Perekrutan Panwaslu

0
347

Balige-ZonadinamikaNews.com. “Sehari sebelum pengumuman kelulusan perekrutan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tingkat Kecamatan di Toba, saya didatangi OS dan AM dan meminta uang agar saya lulus di Kecamatan Borbor,” ujar Budi H Pasaribu, warga Borbor kepada media baru baru ini saat Tim Klarifikasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi tiba di Toba.

Kedatangan Tim tersebut disinyalir dalam rangka menindaklanjuti pengaduan Budi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) serta Bawaslu RI atas praktek uang dalam perekrutan Panwaslu di Kabupaten Toba oleh anggota Bawaslu Toba yang dialaminya sendiri.

“Saat itu, saya menyanggupi dengan mentransfer uang sebesar satu juta rupiah melalui aplikasi Mandiri Online kepada saudara OS. Saya benar benar kecewa, sudah saya beri uang namun tidak diloloskan,” terangnya dengan raut wajah kesal.

Akibatnya, Budi melaporkan hal itu dan ditindaklanjuti oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dengan melakukan klarifikasi terhadap dirinya pada Jumat (3/4/2020) di Ruang Rapat Bawaslu Toba.

“Saya dimintai keterangan selaku saksi terkait adanya dugaan pelanggaran pada proses perekrutan anggota Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Toba untuk pemilihan Bupati/ Wakil Bupati tahun 2020 oleh dua orang Anggota Bawaslu Propinsi bersama empat orang stafnya,” tambahnya.

Menurut keterangannya, pada proses perekrutan anggota Panwaslu, dirinya dimintai uang oleh dua orang rekannya calon Panwaslu berinisial AM dan OS yang diyakininya sebagai kaki tangan Bawaslu Toba agar diloloskan sebagai Panwaslu dari Kecamatan Borbor.

Terkait hal itu, Romson Purba, Ketua Bawaslu Toba ketika dikonfirmasi di kantornya pada Senin (13/04/2020) mengatakan dirinya tidak dapat memerikan tanggapan lantara yang bersangkutan melaporkan hal ini langsung ke Bawaslu RI dan Dewan DKPP di Jakarta.

“Laporan pelanggaran ini bukan dilaporkan pada Bawaslu Toba, sehingga kami tidak dapat memberikan tanggapan. Biarlah Bawaslu RI dan DKPP yang menangani serta memutuskan dugaan ini,” ujar Romson.

Baca Juga :  Masyarakat Toba Samosir,Sambut Dolok M Panjaitan Yang Ingin Merebut Kursi Nomor Satu

“Secara pribadi, siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran yang dimaksud, silahkan ditindak. Bawaslu Toba sendiri siap menerima sanksi dari keputusan Bawaslu RI dan DKPP bila memang terbukti,” tegasnya.

“Sekali lagi, jika memang terbukti kami melakukan pelanggaran, kami siap menerima konsekwensi sebagaimana diatur dalam undang undang, namun jika nantinya tidak terbukti maka kami akan melakukan gugatan balik.” Pungkas Ketua Bawaslu Toba itu. (JP)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here