Pemerintah Nagari Parik Panjang Sediakan Tempat Isolasi Mandiri

0
130

Agam-ZonadinmikaNews.com.Dalam memutus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), masyarakat dan Satgas Covid-19 Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ( Sumbar ) , membuat POS Pemantau Nagari Siaga Covud-19 dengan membuat portal penjagaan di pintu masuk Nagari.

Setiap pengunjung yang datang dan masuk ke Nagari didata dan harus dicek kesehatannya, barulah diizinkan masuk.

Bila warga yang datang pulang kampung terdata indikasi kurang sehat Pemerintah Nagari Parik Panjang juga menyediakan tempat Isolasi mandiri untuk para perantau yang memutuskan dirinya pulang kampung ditengah Pandemi Covid-19 ini.

Walinagari Parik Panjang Yashar, SH. didampingi Bamus Nagari Parik Panjang Dedi Herico saat mencek ruang isolasi karantina, Jum’at (24/4), di Parir Panjang menjelaskan ruang isolasi tersebut memanfaatkan gedung MDA yang berada di Jorong Mudiak Sawah Nagari Parik Panjang, dengan 4 ruangan berukuran 5×5 meter, lengkap dengan tempat tidur, 1 ruang serbaguna dan kamar mandi.

“MDA ini sengaja dimanfaatkan sebagai tempat isolasi, karena para santri dan santri wati melaksanakan kegiatan mengaji dan belajar ilmu Agama di rumah masing- masing,” ujarnya.

“Khusus untuk perantau atau warga yang telah melakukan perjalanan jauh, terlebih dahulu harus memeriksakan kesehatan diri ke Puskesmas Matur. Setelah itu barulah dilakukan isolasi mandiri di tempat tinggal masing masing,” ungkapnya.

“Bangunan ini sudah di persiapkan untuk masyarakat yang pulang kampung saat pandemi, dikarenakan tidak bisa melakukan isolasi mandiri dirumah,” paparya.

Ia menambahkan, sebab banyaknya penghuni atau perantau pulang kampung lebih dari 1 orang/rumah. Yang tidak kalah penting, fasilitas ini lebih di prioritaskan untuk warga yang kurang mampu.

Selain itu pihak nagari juga akan mencukupi kebutuhan sehari-hari warga yang lakukan isolasi di MDA, agar mereka tidak pergi keluar bangunan.

Baca Juga :  Pekerjaan Jembatan Talang Pipa Molor

Selama isolasi perantau memang tidak diperbolehkan keluar, semua kebutuhannya telah disediakan dan terus dilakukan pemantauan perkembangan kesehatan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nagari.

“Kita juga berharap, adanya kunjungan dan peran serta Dinas Kesehatan maupun Puskesmas untuk melakukan kontrol dan pengecekan berkala ke tempat karantina, agar diketahui perkembangan dari data medis kesehatan,” Ucapnya Yashar

(Zaherman)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here