Pemda Atim Abaikan Jamis Asal Gampong Seuneubok Jalan

0
170

Aceh Timur- ZonadinamikaNewa.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Timur (Atim) abaikan Janda Miskin (Jamis) bernama Mak Tisara Hasyem (56) asal Gampong Seuneubok Jalan Kecamatan Idi Tunong Kabupaten Aceh Timur.

Hal tersebut diutarakan Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Aceh Timur kepada awak media Minggu (26/04/20).Ia mengatakan “Slogan “Bereh” tidak tepat diungkapkan di Gampong Seuneubuk Jalan Kecamatan Idi Tunong”. ujarnya.

Slogan pemerintahan Aceh Timur “Bereh” dan “Aceh Hebat” sepertinya tidak berlaku bagi Mak Tisara Hasyem janda miskin sudah sekian lama tanpa perhatian dan uluran tangan pihak pemda Atim, dalam hal ini Dinas terkait.

Kata Saiful “Nasib Mak Tisara ini membuat saya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk Mak Tisara ini. Seharusnya pihak pemerintah khususnya instansi terkait agar melihat kondisi janda miskin 5 orang anak ini untuk difasilitasi sebagai mana mestinya”. harapnya.

“Janda miskin bertahun-tahun tinggal bersama anak-anaknya masih duduki Sekolah Dasar (SD) sekian lama tidak ada perhatian pemerintah. Mereka pun merasa dirinya tidak kuasa mrngharap, karena takut diabaikan usulannya”. kata Saiful.

Janda miskin ini menjalani hidupnya sangat miris dan memprihatinkan.
Dikatakan Mak Tisara Hasyim

“Setelah suaminya meninggal dirinya menjadi tulang punggung bagi 5 orang sang buah hatinya yang masih kecil-kecil. Gimana rasanya untuk meninggalkan mereka jika saya harus mencari nafkah buat mereka juga. Saya serba salah jadinya dalam mengambil kesimpulan. Akhirnya saya pasrah saja, apa pun yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan rizki yang halal buat keluarga kami”. ungkapnya.

Dilanjutkannya bahwa dirinya sehari hari bekerja membuat kue dan halua untuk dijual kesetiap warung yang ada di Gampung-gampong dalam Kecamatan Idi Tunong untuk kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan sangat minim untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Penegakan UU No 13 Tahun 2003 Di PT Cladtek Terkesan Mandul

“Beginilah keadaan kami selama ini, bantuan dari pemerintah apa pun kami tidak menerimanya, juga bantuan covid 19 kami tidak merima juga. Ditambah lagi kondisi kesehatan yang slama ini sering sakit – sakitan sepeninggal Suami saya” lanjut Mak Tisara.

Dijelaskan bahwa dirinya pernah beberapa kali harus menahan lapar, karena tidak bisa bekerja disebabkan kakinya patah tulang sewaktu berjalan pincang tidak sempurna juga kondisinya sakit.

“Terkadang saya harus menahan lapar karena tidak bisa bekerja apa lagi kondisi saya lagi sakit, jelasnya dengan suara terbata-bata menahan air mata. (zdn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here