Ir Hulman Sitorus Ajak Petani Waspadai Kelangkaan Beras Bila Wabah Berkepanjangan

0
270

Silaen-ZonadinamikaNews.com. Di tengah Pendemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang belum ada ujungnya hingga kini, tiga negara produsen beras terbesar di dunia, yakni India, Thailand, dan Vietnam telah menghentikan ekspor berasnya sebagai antisipasi kelangkaan bahan pangan dalam hadapi wabah ini bila berkepanjangan di negerinya.

Fenomena itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Toba, Ir Hulman Sitorus dalam kunjungannya dalam upaya mengingatkan warga tetap mengikuti dan mematuhi protokol antisipasi wabah Cov19 di Desa Huta Namora, Kecamatan Silaen pada Selasa (28/4/2020).

“Belum ada satupun negara yang berani mengatakan kepastian kapan Corona ini berakhir, makanya, negara penghasil beras terbesar yang selama ini mengirimkan berasnya ke Indonesia, akan hentikan sementara eksport berasnya,” sebut Hulman.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Toba meminta agar para warga yang bercocok tanam padi, yang beberapa bulan ke depannya akan panen padi, nantinya hasil panen padi tersebut jangan djuali ke luar daerah Kabupaten Toba.

“Sebaiknya dijemur lalu disimpan di lumbung masing masing. Persiapkan lumbung padi menampung hasil panen, sebab kita tidak tau, kapan wabah ini berakhir, jadi kita harus waspadai kelangkaan pangan sedari awal,” jelasnya.

Sejenak, tampak Hulman menerangkan asal muasal wabah pertamakali terjadi di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu. “Awal Maret, hanya dua orang yang terpapar virus, namun, karena tidak menyadarinya, virus dengan cepatnya mewabah hingga ke seluruh negeri,”

“Kalau dihitung, awal Maret ke saat ini, yang dimulai dua orang, yakni seorang ibu dan anaknya, namun sekarang sudah berapa? Yang positif 9.000 orang, meninggal sudah 700 an orang, yang sembuh 1.100 an orang. Artinya, 7.200 orang masih dalam perawatan. Itu angka sekarang, belum lagi nanti bila bertambah,” paparnya.

Baca Juga :  Banjir Besar Jakarta Diprediksi Februari 2016

“Karenanya, kalau kita tidak mengikuti protokol pencegahan penyebaran Corona, maka kita bisa saja terinfeksi. Namun, kita patut mengucap syukur, sebab hingga sekarang di Toba belum ada yang positif Corona. Saya juga mengapresiasi pengusaha restoran dan Hotel, yang menutup usahanya sementara,” pungkas Hulman. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here