Menguak Proses Hukum Dugaan Kekerasan Dibawah Umur Dipolda Sultra

0
216

Sultra-ZonadinamikaNews.com.Pada tanggal 10 Maret 2020 yang lalu Oman Siampa melaporkan Ys oknum Purn yang pernah menyandang pangkat AKBP ke Polda Sultra, terkait dugaan penganiayaan R anak kandungnya yang masih berusia 8 tahun.

Dengan Nomor : LP/121/III/2020/SPKT POLDA SULTRA tanggal 10 Maret 2020, yang duga melanggar UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 80 Ayat (1). Akibat dari kekerasan itu korban muntah-muntah sebanyak 15 kali. Rober Rupang Wali Kelas sebagai saksi menjelaskan,

” Saya sudah memberikan semua keterangan, dan saya bersedia memberi keterangan kembali jika dibutuhkan,” terangnya.

Sutia nenek Korban memambahkan, korban menangis lantaran di ancam dan di tampar serta ditarik telinganya oleh pelaku.

Lebih lanjut, 18 april 2020 Pelapor bersama PH mendatangi Penyidik Polda melalui Kasubdit IV Kriminal Umum memberi keterangan bertolak belakang, dari hal visum hingga kesaksian wali kelas.

Tercium penyidikan perkara ini ada keberpihakan penyidik dimana menyampaikan hasil pemeriksaan saksi berbeda dengan sebenarnya, juga mengabaikan kepentingan pelapor, diduga penyidik telah melanggar Perkapolri nomor 14 tahun 2011.

Lebih dalam lagi, Naumi Ketua TRCPA Indonesia, mengajak bersama menyoroti lebih fokus, kasus ini sebenanrnya biasa saja, akan tetapi menjadi luar biasa karena hasil BAP ada saksi, hasilnya tidak sama, padahak diketahui bersama.

Gelar perkara 28/04 terkait kasus yang ditangani unit PPA terbagi menjadi dua sesi.
1. Dihadiri pihak penyidik, propam, wadir reskrim pidana umum, kasubdit 4, inwas polda dan penyidik serta penyidik pembantu dgn agenda :
A. Penyampaian pihak pelapor
B. Penyampaian pihak terlapor
C. penyampaian pihak penyidik.

2. Hasil penyampaian kedua pihak di bahas dalam sesi ke 2.

SESI KEDUA
1. pihak pelapor dan terlapor tdk diikutkan
2. Pembahasan hasil penyampaian kedua pihak di sesi pertama tadi.

Baca Juga :  Penjual Miras Dapat dijerat Pasal 204 KUHP Dengan Ancaman 15 Tahun Penjara

Hal hal yg kuasa pelapor di sampaikan pada sesi pertama :
1. Kuasa hukum meminta agar video percakapan dan saksi lain bisa dihadirkan
2. Kuasa hukum meminta agar proses hukum terhadap perkara ini benar benar diperiksa secara profesional dan tanpa memandang siapa pelapor dan siapa terlapor, ttp berjalan sesuai dgn koridor hukum
1. Bawas meminta agar korban di tes fisikolog tentang mental anak

2. Kuasa terlapor meminta agar penyidik berpegang pada hasil penyidikan awal.

Maka kesimpulan final dari gelar ini belum ada karna sesi kedua msh berjalan dan bersifat internal.”Tegas Naumi.
(dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here