Terkait Shipon Cikarang Gelam Yang Ambruk, Pemerintah Tuli dan Buta Atau Tidak Peduli?

0
441

Karawang-ZonadinamikaNews.com. Pasca ambruknya shipon Cikarang gelam sejak tiga bulan yang lalu, hingga detik ini belum ada terlihat niat baik pihak terkait untuk melakukan perbaikan, penempatan alat berat berupa beco dan cren dan balok beton di lokasi shipon seakan hanya upaya menenangkan hati masyarakat seakan-akan shipon akan segereh di kerjakan.

Pihak Balai Besar Wilayah Citarum (BBWSC) melalui bagian humas bernama Budi kepada media ini mengatakan bahwa proyek tersebut masih dalam pemeliharaan PT.Basuki Rahmanta Putra (PT
BRP) selaku pelaksana pasca perbaikan selama kurang lebih dua tahun yakni dari tahun 2018-2019,bahkan Budi perna menegaskan, akan mempolisikan pihak PT.BRP bila tidak melakukan perbaikan dimasa pemeliharaanya.

Sedikitnya 10 kali banjir terjadi sejak januari hingga April 2020 di Wilayah Dawuan dampak tidak berpungsinya shipon secara maksimal. Berbagai aksi dilakukan masyarakat dilokasi ambruknya tanggul Shipon yang memprotes tidak adanya keseriusan pemerintah untuk melalukan perbaikan, dari menuntuk pihak kontraktor harus bertanggunjawab dan membongkar kembali pipa yang sudah di pasang.

Desakan pembongkaran pipa tersebut karena diduga tidak sesuai spesifikasi dan beroroma adanya dugaan praktek korupsi dalam proyek tersebut.Kedatangan sejumlah unsur dari pemerintahan untuk meninjau lokasi, dinilai hanya sebatas untuk selfi dan tidak membuahkan hasil dalam percepatan untuk melakukan perbaikan.

Sejumlah tokoh pemuda dan tokoh masyarakat terlihat semakin jengkel atas diamnya pihak pemerintah, karena hampir 3 bulan tanggul shipon ambruk, namun belum ada tanda-tanda keseriusan untuk melalukan perbaikan, atas cueknya pemerintah terhadap kondisi shipon yang semakin mengkhawatirkan, sejumlah tokoh pemuda merencanakan demo besar-besaran di lokasi shipon untuk menuntut pihak pemerintah melakukan perbaikan, sebelum terjadinya korban jiwa dalam bencana akibat jebolnya tanggu citarum timur yang semakin menyeramkan itu.

Baca Juga :  Penebangan Hutan di Toba Akan Dilaporkan Ke Diskrimsus Poldasu  

“Kami bukan buaya yang tinggal di perum ini, terus di kirimin air dampak tidak berpungsinya saluran shipon, karena sudah 10 kali banjir sejak januari 2020, hanta benda banyak yang rusak,bila pemerintah tidak segerah melakukan perbaikan, kami akan melakukan aksi di lokasi, apakah pejabat itu sudah buta dan tulih sehingga tidak peduli dengan kondisi shipon, apakah oknum pejabat itu sudah di sumpal mulutnya oleh pihak kontraktor sehingga tidak berani menuntut kewajiban yang katanya masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor?” Kata Nico salah satu warga perum BMI.

Aksi protes yang sudah dilakukan masyarakat dilokasi, selain melalukan demo, juga memasang spanduk dan menduduki alat berat dilokasi.

Untuk diketahui, proyek shipon ini dikerjakan pada tahun 2018-2019 pasca ambruk tanggul tarum timur, biaya perbaikan shipon ini diperkirakan menghabiskan puluhan miliar rupiah, namun barus seumur jangung tanggul tersebut ambruk pada bulan januari 2020.

Sebagai kontraktor pelaksana PT.Basuki Rahmanta Putra dari Jakarta, akibat ambruknya kembali tanggul, mengakibatkan saluran cikarang gelam semakin terganggu. Seiring berjalanya waktu hingga mencapai 3 bulan lebih belum adanya perbaikan, kondisi tanggul makin habis dikikis air, Shipon yang berlokasi di Desa Dawuan Tengah Kecamata Cikampek Kabupaten Karawang Jawa Barat ini, saat ini hanya di topang tanah 1 meter dalam beton yang dipancang.

Salah seorang tokoh masyarakat mendesak pihak penehak hukum untuk menyelidiki dugaan korupsi yang diduga dilakukan oknum kontraktor dan oknum BBWSC, karena ambruknya tanggul tersebut tidak terlepas dari buruknya kualiatas pekerjaan, buruknya kualitas pekerjaan, juga tidak terlepas dari tidak maksimalnya pengawasan dari pihak pemerintah dan counsultant pengawas.

“Bongkar dugaan korupsinya, waktu ambruk terlihat jelas, banyak potongan bambu dan urukan tanah bercampur sampah yang pakai untuk menimbun, ukuran pipa juga tidak mendulung, disini pihak penyidik harus membongkar dugaan korupsinya, tangkap oknum pemborong dan oknum pejabat BBWSC yang bertanggungjawab dalam proyek ini, jangan korbankan rakyat kecil demi kepentingan mereka” tegas Tokoh masyarakat tersebut.(tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here