Pengusaha PETI Ilegal,Pakai Preman Halangin Tugas Dan Ancam Wartawan, Akhirnya Dipolisikan

0
1868

MERANGIN-zonadinamikanews.com. Isi UU Pers Pasal 18 Sebut Orang yang Menghambat dan Menghalangi Kerja Wartawan Dapat Dipidana dan denda Rp.500 juta. Peristiwa ini juga dialami oleh Riyan Kabiro merangin media info public saat melakukan investigasi ke lokasi PETI di desa Sidoharjo kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin mengaku dirinya diancam mau di pecahkan kepalanya oleh preman yang mengaku dirinya sebagai kemanan di lokasi PETI tersebut.

“Awalnya saya betanya secara baik-baik kepada seorang laki- laki berambut gondrong yang tengah berdiri di pinggiran lokasi peti tersebut, ini semua mesin punya siapa dan siapa bos nya…? Si gondrong menjawab dengan nada bringas, “kamu ada perlu apa kesini saya keamanan disisi kamu jangan macam-macam disisini ku pecahin kepala kamu nanti” sambil mengacungkan tinjunya ke muka saya, dan berkata lagi atau saya telpon pemuda kampung sembilan ini biar datang kesini ungkap rian meniru ucapan si gondrong preman PETI tersebut”

Terus beberapa orang rekan Riyan yang juga wartawan dan LSM yang berjarak sekitar 5 meter dari Riyan mengajak dirinya pulang untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.
Riyan bersama beberapa orang teman nya lansung keluar dari lokasi PETI menuju kantor camat Tabir Lintas, karena camat Tabir Lintan sedang tidak ada dikantor kemungkinan sudah pulang karena jam saat itu sudah menunjuk kan hampir jam setengah lima.

Riyan dan benerapa orang teman nya lansung menuju Mapolsek Rantau Panjang Tabir, langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwenang dan disaksikan oleh 2 orang wartawan dan satu orang LSM.

Preman yang diduga atas suruhan pemilik usaha ilegal ini, berharap harus mempertanggungjawabkan omonganya, apalagi dia membekengin usaha ilegal yang merusak lingkungan, aktivitan PETI yang di duga memakai jasa premanisme untuk memperlancarkan aktivitas perbuatan yang melawan hukum PETI yang mengeruk isi perut bumi sehingga pihak wartawan yang tengah menjalankan tugasnya sebagai jurnalis malah mendapatkan ancaman mau di pecahkan kepalanya.

Baca Juga :
Penggunaan Dana Desa di Desa Bukit Pemuatan SP 5 Bau Korupsi

Para pelaku PETI sepertinya telah menggunakan segala cara untuk memperlancaraktivitas ilegalnya, sehingga dia merajalela di setiap penjuru, bahkan pihak pemerintah dan juga pihak hukum di Merangin ini di duga tidak serius dalam mengatasi akrivitas PETI di Merangin dan pengancaman terhadap wartawan ini tidak bisa di biar kan, dan ini harus segera di tindak, ungkap Riyan.(Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here