Dugaan Mark Up Dana BOS Kepsek SMAN 1 Laguboti, Tidak Berikan Hak Murid Dalam Pandemi Covid-19?

0
441

Toba-ZonadinamikaNews.com.Dalam pandemi covid-19 para murid disarankan untuk belajar di rumah dan ujianpun dimelalui online, oleh karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) harus digunakan untuk membeli kuota internet para guru dan peserta didik. Kebijakan ini merupakan salah satu upaya penyesuaian di tengah pandemivirus Corona (COVID-19).

Dana BOS digunakan, dana BOS kita bisa diadaptasi selama masa krisis ini untuk membeli kuota (internet) pada para guru dan juga siswa. Jadi diperbolehkan untuk menambah subsidi kuota internet.

Sayang, sejumlah murid SMAN 1 Laguboti yang berhasil di konfirmasi wartawan mengaku selama penyelenggaran belajar online dan juga ujian mengaku memakai uang sendiri/meminta sama orang tua untuk membeli untuk paket internet.

“Selama ini kami belajar online dan ujian online memakai uang sendiri atau minta sama orang tua untuk membeli pulza internet dan tidak perna diberikan oleh pihak sekolah,kamipun tidak perna diberitahu pihak sekolah, bahwa dana BOS saat ini dipakai untuk membelikan paket internet untuk murid, kami tinggal menunggu pengumuman dan sudah selesai ujian” kata seorang murid kelas 3 SMAN 1 Laguboti.

Penegasan penegak hukum, siapa yang ketahuan melakukan korupsi dana pandemi covid-19 saksinya hukuman mati.

Diberitakan sebelumnya Jelawir Sidabutar yang disebut-sebut sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1 Laguboti Kabupaten Toba mengaku kebingungan memberikan klarifikasi terhadap alokasi dana Bantuan Operasional sekolah tahun ajaran 2019.Adanyan tudingan miring atas dugaan penyalagunaan dana BOS yang berpotensi terjadinya dugaan Mark Up atas sejumlah pendanaan kegiatan sekolah dibawah komandonya.

Alasan bingung memberikan klarifikasi atas tudingan adanya dugaan mark up menjadi sebuah tanda tanya, bahwa pendanaan kegiatan sekolah yang didanai aleh BOS tersebut sangat rawan rekayasa. karena setiap item kegiatan pasti sudah terekam dalan memory otak setiap guru apalagi kepala sekolah sebagai pemengang kebijakan, pasalnya setiap triwulan bahkan setiap tahun nama kegiatan tidak berubah, yang berubah hanya besaran biaya yang di keluarkan.

Baca Juga :  Bagini Hasilnya Kalau Anggaran di Korupsi, Turap Damparit Distan Karawang Roboh

Sumber mencurigai atas pembiayaan atas Kegiatan diantaranya, Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
yang menelan biaya pada kègiatan triwulan satu Rp.102.283.000, triwulan dua Rp.74.818.900, triwulan tiga Rp.66.517.000, triwulan empat Rp.50.493.400.Kegiatan Evaluasi Pembelajaran triwulan satu Rp.38.176.000, triwulan dua Rp.21.368.000, triwulan tiga Rp.16.122.000, triwulan empat Rp.32.582.0005, Pengelolaan Sekolah triwulan satu Rp.40.565.050, triwulan dua Rp.41.516.600, triwulan tiga Rp.43.602.050, triwulan empat Rp.41.681.600.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah triwulan satu Rp.3.860.950, triwulan dua Rp.42.281.500, triwulan tiga Rp.41.933.150, triwulan empat Rp.55.428.000.

Lebih jauh sumber menambahkan, besaran pengeluaran dalam Pembelajaran dan Ekstrakurikuler dinilai sangat pantastis dan tidak sesuai dengan fakta kegiatan dilapangan, sama halnya pemeliharaan sarana dan prasana di sekolah, kegiatan ini oleh sumber, besaran anggaran yang keluar tidak sepadan dilapangan, dan perbaikan tergolong sangat minim disekolah.

Kegiatan yang lainnya juga sangat rawan penggelembungan biaya, bohong besar kalau kepala sekolah tidak bermain angka dalam alokasi dana BOS, jangan bicara sudah dilaporkan dan diperiksa inspektorat, wong inpektorat tidak perna melaporkan atas dugaan korupsi ke penegak hukum, tegas sumber.

Ini harus menjadi pintu masuk bagi penegak hukum untuk pengusut dugaan mark up dalam penggunaan dana BOS di SMAN 1 Laguboti, periksa jenis kegiatan eskulnya, pemeliharaan sarana dan prasana, pengelolaan sekolah. Harap sumber.

“Bagaimana caranya saya memberikan klarifikasi atas tudingan dugaan mark up dalam penggunaan dana BOS, karena angka ini secara global, kalau saya jelaskan satu persatu, berarti saya harus membuka LPJ dulu”

Jawaban yang tidak selayaknya terucap dari seorang pimpinan dengan kata “Bingung” menimbulkan tanda tanya, bahwa bukti ketidak siapan seorang pemimpin menjawab pertanyaan publik setiap saat atas kegiatan dilingkungan kerjanya dalam penggunaan uang negara.(tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here