Kesal Merasa “Dikerjain” Keluarga Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

0
584

Pemalang-ZonadinamikaNews.com – Merasa diduga telah dikerjai dan disepelekan oleh HY, keluarga korban BB dan KW siap menempuh jalur hukum. Ironisnya, sudah hampir sekitar 2 tahun berjalan, permasalahan pelik antara Almarhum WT warga Desa Cibelok Mijen Kecamatan Taman dengan HY tak kunjung usai.

“Setahu saya hampir dua tahun uangnya belum dilunasi”.Ungkap KW yang terlihat kesal. Masih menurutnya, bahwa sejak tahun 2018, diduga HY sepertinya belum ada itikad baik. KW, selaku paman BB berusaha terus-menerus mendampingi BB yang mewakili Alm.WT selaku ibu kandungnya.

Berawal ketika WT masih hidup, HY pernah menyampaikan maksudnya untuk meminjam uang, karena kebetulan saat itu HY mengaku telah mendapat tender atau proyek sebesar 1 Milliar.

Dan uang pun diserahkan bertahap dari WT melalui perwakilan keluarga HY hingga jumlahnya mencapai kurang lebih sekitar 241 juta rupiah. Dan hingga tahun 2020, saat ini belum terlihat itikad baik dari HY untuk mengembalikan uang tersebut.

Saat mereka berkumpul dirumah orang tua HY, diduga sempat terjadi ketegangan, disebut-sebut HY tidak mau menandatangani surat perjanjian yang disodorkan KW dan BB, karena didalamnya menurut HY tidak ada kalimat yang menyatakan dirinya hanya sanggup mengangsur 2 juta rupiah perbulan. Hingga akhirnya, usaha mediasi beberapa waktu lalu dianggap gagal. “Dia (HY-Red) tidak mau menandatangani surat perjanjian yang kami sodorkan”.Ungkap BB yang masih didampingi KW.

Terpisah, saat zonadinamikanews.com berusaha konfirmasi kepada HY yang saat ini berdomisili di Jakarta melalui WhatsApp, sangat disayangkan, kami belum berhasil mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan, hingga berita ini diterbitkan.

Perlu diketahui, bahwa, sekitar hampir 2 tahun berjalan berulang kali keluarga BB berusaha mencari solusi kekeluargaan. Mengingat mereka bertetangga dan rumah mereka sangat berdekatan.

Baca Juga :  Abaikan Sosial Distancing, Rapat Bupati Toba Menuai Sorotan Warganet

KW dan BB berencana dalam waktu dekat akan melaporkan kasus ini kepada penegak hukum. Mengingat HY diduga tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.

Menurut pasal 378 KUHP, “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakan orang lain untuk menyerahkan suatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun”.(Team/SA.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here